Show simple item record

dc.contributor.authorAnoegrajekti, Novi
dc.date.accessioned2017-02-27T02:47:46Z
dc.date.available2017-02-27T02:47:46Z
dc.date.issued2017-02-27
dc.identifier.isbn978-602-258-403-2
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/79309
dc.description.abstractSeni pertunjukan pada umumnya menuntut keterlibatan tiga wilayah, yaitu: pelaku seni, penanggap, dan penikmat. Pertama, pelaku seni, yaitu kreator seni pertunjukan yang memiliki kepiawaian dalam hal olah seni yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dinikmati. Bila sudah mencapai tahap profesional, kepiawaian tersebut ditukar dengan harga tertentu. Kedua, penanggap seni, yaitu pribadi, keluarga, atau lembaga yang menghadirkan dan memberi ruang ekspresi kepada pelaku seni. Ruang ekspresi tersebut sekaligus untuk menghibur masyarakat. Oleh karena itu, lazimnya diselenggarakan dalam ruang terbuka agar dapat dinikmati siapa pun yang berminat. Tanggapan lazimnya diselenggarakan dalam rangka perhelatan, syukuran, ulang tahun lembaga tertentu, atau peringatan hari besar tertentu. Di lingkungan masyarakat dengan budaya rural agraris, tanggapan juga diselenggarakan dalam rangka bersih desa. Ketiga, penikmat seni, yaitu anggota masyarakat yang karena melalui proses internalisasi nilai estetis memiliki ikatan rasa sehingga ketika menyaksikan dapat merasakan adanya keindahan, kesenangan, dan katarsis.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectOrasi Ilmiahen_US
dc.subjectOPTIMALISASI SENI PERTUNJUKANen_US
dc.subjectKONTESTASI NEGARA, PASAR, DAN AGAMAen_US
dc.titleOPTIMALISASI SENI PERTUNJUKAN: KONTESTASI NEGARA, PASAR, DAN AGAMAen_US
dc.typeBooken_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record