Show simple item record

dc.contributor.authorKurnia Mala Fatma
dc.date.accessioned2013-12-11T02:11:07Z
dc.date.available2013-12-11T02:11:07Z
dc.date.issued2013-12-11
dc.identifier.nimNIM051510201105
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7882
dc.description.abstractKemiskinan bagi Negara Indonesia merupakan masalah pembangunan yang menyangkut banyak aspek baik aspek ekonomi, struktural, maupun budaya. Berdasarkan hasil Pendekatan Kemiskinan Indikator Baru (PKIB), tahun 2001 kondisi kemiskinan di Jawa Timur diketahui terdapat 7,27 juta penduduk miskin (20,91% dari total penduduk Jawa Timur) dan 2,2 juta rumah tangga miskin (RTM). Presentase jumlah RTM dikelompokkan menjadi desa merah, kuning, hijau, biru dan putih. Diantaranya merupakan desa miskin atau merah adalah Kabupaten Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani miskin berlahan sempit dan potensi sumber daya alam di wilayah miskin di Kabupaten Situbondo. faktor-faktor sosial ekonomi yang menjadi penyebab kemiskinan pada petani berlahan sempit di Kabupaten Situbondo dan Faktor Pendorong dan faktor penghambat penanggulangan kemiskinan petani berlahan sempit di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dan kolerasional, pengambilan contoh secara Cluster Sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Alat analisis yang digunakan antara lain, analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dan analisis medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani miskin ditandai dengan pendidikan rendah, jumlah tanggungan keluarga 4 orang, umur berada pada usia produktif antara 15-50 tahun, tidak memiliki sarana informasi dan transportasi, kepemilikan ternak, kepemilikan unggas, kepemilikan lahan <0,25 ha, pekerjaan sebagai petani, pendapatan per tahun dibawah Rp 3.780.000,-. Umur, jumlah tanggungan keluarga, lama kerja, kepemilikan ternak, kepemilkan unggas tidak berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan petani miskin. Pendidikan, luas lahan dan kepemilikan sarana informasi dan transportasi berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani miskin. Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat petani di Kabupaten Situbondo adalah kemiskinan kultural. Strategi yang dapat disusun berdasarkan evaluasi faktor pendorong dan faktor penghambat adalah adanya program pemerintah bagi masyarakat miskin dan adanya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries051510201105;
dc.subjectKemiskinan, Petanien_US
dc.titleKAJIAN UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN PETANI BERLAHAN SEMPIT DI KABUPATEN SITUBONDOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record