Show simple item record

dc.contributor.advisorSunardi
dc.contributor.advisorLestari, Nurcholif Diah Sri
dc.contributor.authorAlam, Al Faris Putra
dc.date.accessioned2016-11-18T11:08:19Z
dc.date.available2016-11-18T11:08:19Z
dc.date.issued2016-11-18
dc.identifier.nim120210101127
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/78112
dc.description.abstractMelihat pentingnya matematika dalam kehidupan, suatu organisasi internasional membentuk program kerja yang bernama PISA (Programme for International Student Assessment) yang fokus pada mata pelajaran matematika, sains dan bahasa. Proses evaluasi yang dilakukan PISA dilakukan dengan memberikan soal kepada setiap siswa. Soal-soal pada PISA disusun berdasarkan PISA framework yang terkait dengan konten, proses, dan konteks. Salah satu konteks yang terdapat pada PISA framework adalah konteks masyarakat (Societal). Menurut OECD masalah yang diklasifikasikan dalam kategori konteks societal adalah masalah yang berkaitan dengan penggunaan pengetahuan matematika dalam kehidupan bermasyarakat baik secara lokal, nasional, ataupun global dalam kehidupan sehari-hari. Soal PISA tidak mengkategorikan soal-soal menurut materi perkelas pada tingkat SMP, jadi soal-soal yang dibuat oleh PISA memberikan materi-materi yang telah di ajarkan di SMP. Pada penelitian ini untuk memberikan soal literasi matematika untuk kelas VII, maka soal-soal matematika ini dibuat untuk kelas VII SMP. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Soal Literasi Matematika Konteks Societal untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs”. Pengembangan Soal Literasi Matematika Konteks Societal untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs menggunakan metode pengembangan model Tessmer, dimana tahapanya antara lain (1) Tahap preliminary, tahap ini dimulai dengan menentukan daerah dan subyek uji coba, membuat surat izin penelitian, dan berkoordinasi dengan guru matematika di sekolah yang akan dijadikan tempat uji coba. Uji coba ini bertempat di MTs Negeri 1 Jember. 2) Tahap self evaluation, kegiatan ini terdiri dari kegiatan analisis dan desains. Analisis dilakukan kepada siswa, kurikulum disekolah dan soal. Kegiatan desain meliputi pendesainan kisiix kisi, tujuan dan metode yang akan dikembangkan (3) Tahap prototyping, terdiri dari kegiatan expert reviewer dan small group. Kegiatan expert reviewer yaitu memberikan prototype kepada validator untuk divalidasi, apabila prototype tersebut sudah valid maka kegiatan dilanjutkan dengan menguji keterbacaan prototype pada small group. Kegiatan small group yaitu memberikan angket kepada siswa-siswi non subyek uji coba pada sekolah tersebut dengan tingkatan yang sama sehingga dari hasil itu dapat dibuat prototype 2. (3) Tahap field test, pada tahap ini prototype 3 yang sudah melalui tahapan-tahapan sebelumnya akan diuji coba ke subjek penelitian (siswa kelas VIII F MTs Negeri 1 Jember) kemudian dilakukan analisis terhadap hasil dari uji coba tersebut. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode Angket dan metode tes. Metode angket terdiri dari lembar validasi dan angket. Lembar validasi diberikan saat expert reviewer dan angket diberikan saat small group. Pada metode tes ini menggunakan prototype 3 pada tahap field test. Analisis ini dilakukan agar paket soal yang dikembangkan memiliki kategori baik. Untuk menghasilkan suatu paket soal yang baik, maka diperlukan suatu kriteria untuk soal yang akan dihasilkan. Selain itu soal yang dikembangkan harus berupa soal yang valid dan reliabel. Berdasarkan hasil analisis data pada kegiatan expert reviewer diperoleh skor sebesar 4,146 atau dengan kategori kevalidan tinggi. Selanjutnya adalah analisis validitas butir soal untuk bahan menentukan soal tersebut valid atau tidak valid. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan didapat bahwa 18 soal dinyatakan valid dan 11 soal dinyatakan tidak valid. kesebelas soal yang tidak valid akan dihapus sehingga diperoleh paket soal yang valid, kemudian dilakukan penataan kembali terhadap soal dalam tiap paket. Penataan ini dilakukan agar banyak soal dalam tiap level sesuai untuk tiap paket. Pada tahap selanjutnya dilakukan analisis terhadapan reliabilitas paket soal. Berdasar hasil dari SPSS 17 didapatkan nilai reliabelitas 0,802 lebih besar dari derajat kebebasan (n=36) yaitu 0,334 yang berarti menunjukkan seluruh paket soal reliabel. paket soal ini reliabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa produk soal-soal yang dikembangkan pada penelitian ini valid dan reliabel.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectSOAL LITERASI MATEMATIKAen_US
dc.subjectKONTEKS SOCIETALen_US
dc.titlePENGEMBANGAN SOAL LITERASI MATEMATIKA KONTEKS SOCIETAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTsen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record