Show simple item record

dc.contributor.authorSwastika, Kayan
dc.contributor.authorSumarno
dc.contributor.authorWahyu R., Agung
dc.date.accessioned2016-08-31T02:00:30Z
dc.date.available2016-08-31T02:00:30Z
dc.date.issued2016-08-31
dc.identifier.issn1907-8005
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/76825
dc.description.abstractTopèng Kona merupakan penggambaran sosok Juk Sèng sebagai tokoh sakti pembabad Desa Blimbing. Topèng Kona merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upacara adat selamatan desa khas Desa Blimbing yang disebut Rokat Dhisa. Pelaksanaan selamatan desa tersebut dilatarbelakangi oleh kehidupan masyarakat Desa Blimbing yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian (agraris), sehingga mereka selalu mengharap hasil panen yang baik dan melimpah, dengan cara melaksanakan upacara adat ini setiap tahunnya yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Sya’ban. Oleh sebab itu, Topèng Kona harus selalu ditampilkan pada saat Rokat Dhisa, sebab kalau tidak, masyarakat percaya bahwa akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang akan menimpa desa mereka. Memasuki tahun 1998, menjadi tahun perubahan besar-besaran pada semua aspek pada Topèng Kona, terutama pada pola lantai, koreografi, kostum, make-up yang tertata, dan fungsi. Perubahan fungsi menjadi seni pertunjukan hiburan yang bersifat entertainment stage, bukan sebagai sarana upacara bersih desa.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKesenianen_US
dc.subjectTopèng Konaen_US
dc.titleDINAMIKA KESENIAN TOPÈNG KONA DI DESA BLIMBING KECAMATAN KLABANG KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 1942-2014en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record