Identitas Muslim Dalam Pemberitaan Perayaan Idulfitri : Analisis Wacana Kritis Roger Fowler

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Bahasa memiliki peranan penting dalam membentuk realitas sosial melalui proses komunikasi. Media massa sebagai sarana komunikasi publik tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga merepresentasikan identitas, dan kepentingan tertentu melalui bahasa yang digunakan. Pemberitaan mengenai perayaan Idulfitri merupakan salah satu bentuk wacana media yang memuat konstruksi identitas muslim. Representasi identitas tersebut dapat diamati melalui pilihan kosakata dan tata bahasa dalam teks berita. Oleh karena itu, analisis wacana kritis digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap bagaimana identitas muslim dibangun dalam teks media. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi identitas muslim dalam pemberitaan perayaan Idulfitri pada media sekuler dan religius melalui melalui pilihan kosakata berdasarkan analisis wacana kritis Roger Fowler (2) representasi identitas muslim dalam pemberitaan perayaan Idulfitripada media sekuler dan religius melalui penggunaan tata bahasa berdasarkan analisis wacana kritis Roger Fowler. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat di dalam teks pemberitaan perayaan Idulfitri. Sumber data dalam penelitian ini teks berita yang dimuat di dalam media. Media yang mewakili kategori sekuler adalah Kompas sedangkan media yang mewakili kategori religius adalah Hidayatullah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan kerangka analisis wacana kritis Roger Fowler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi identitas muslim dalam pemberitaan perayaan Idulfitri di media sekuler Kompas dan media religius Hidayatullah dibentuk melalui perbedaan pilihan kosakata dan tata bahasa. Media sekuler cenderung menggunakan kosakata netral dan umum yang mengklasifikasikan umat muslim sebagai bagian dari masyarakat umum sehingga Idulfitri direpresentasikan sebagai peristiwa sosial, ekonomi, dan ketertiban publik. Sebaliknya, media religius menonjolkan kosakata bernuansa Islam, yang menegaskan identitas muslim sebagai pelaku utama praktik keagamaan sesuai syariat. Dari aspek tata bahasa, media sekuler banyak menggunakan kalimat pasif dan nominalisasi untuk mengaburkan peran agen institusional dan menempatkan umat muslim sebagai objek pengaturan kebijakan, sehingga praktik keagamaan direduksi menjadi aktivitas administratif dan fenomena sosial. Sementara itu, media religius menggunakan struktur kebahasaan serupa untuk menegaskan bahwa pelaksanaan Idulfitri bersumber dari nilai dan ketentuan agama. Dengan demikian, identitas muslim dalam media sekuler direpresentasikan sebagai warga yang terlibat dalam aktivitas sosial Idulfitri, sedangkan identitas muslim dalam media religius direpresentasikan sebagai komunitas yang taat, rasional serta diterima dalam ruang publik dan negara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta peneliti selanjutnya mengembangkan kajian analisis wacana kritis dengan objek dan cakupan yang lebih luas. Selain itu, dosen dan pengampu mata kuliah terkait diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan ajar atau materi diskusi. Bagi masyarakat dan pembaca berita, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kritis dalam memahami penggunaan kosakata dan tata bahasa media sekuler dan religius dalam mengonstruksi identitas muslim.

Description

:: Finalisasi Repositori File 25 Mei 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By