Show simple item record

dc.contributor.authorKurnia Anbar Radhiyah
dc.date.accessioned2013-12-10T04:59:30Z
dc.date.available2013-12-10T04:59:30Z
dc.date.issued2013-12-10
dc.identifier.nimNIM071510201016
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7425
dc.description.abstractCabai rawit merupakan komoditas yang rentan terhadap fluktuasi harga. Lonjakan harga tertinggi terjadi pada awal Tahun 2011 yang dipengaruhi oleh anomali cuaca sehingga produksinya menurun. Cabai rawit merupakan komoditas primer bagi masyarakat dan memiliki daerah pemasaran yang tergolong luas, salah satunya Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo memiliki beberapa pasar untuk memperdagangkan komoditas hasil pertanian seperti cabai rawit, diantaranya Pasar Larangan dan Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro. Uniknya, petani produsen cabai rawit di kedua pasar ini berasal dari daerah yang sama seperti Dusun Supiturang Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, namun rantai pemasaran di kedua pasar berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi saluran pemasaran cabai rawit pada Pasar Larangan dan Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro; (2) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran cabai rawit di Pasar Larangan dan Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro Kabupaten Sidoarjo; (3) mengetahui tingkat integrasi vertikal, untuk mengetahui keeratan hubungan antarlembaga pemasaran. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method dan dilakukan di Pasar Larangan dan Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro Kabupaten Sidoarjo, hingga ke Dusun Supiturang Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode analitik, komparatif, dan korelasional. Pengambilan sampel awal menggunakan metode “Snow Ball Sampling” di tingkat pedagang pengecer di Pasar Larangan dan Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro Kabupaten Sidoarjo dan di tingkat petani sebanyak 30 responden petani cabai rawit anggota Kelompok Tani “Tri Rezeki”. Metode analisis data yang digunakan ialah analisis distribusi marjin pemasaran, analisis efisiensi pemasaran, dan analisis integrasi vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemasaran komoditas cabai rawit ke Pasar Larangan menggunakan satu saluran pemasaran; sedangkan pemasaran ke Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro terbagi menjadi dua saluran pemasaran. Apabila ditinjau dari nilai marjin pemasaran, share keuntungan dan share biaya maka dapat disimpulkan bahwa nilai marjin pemasaran komoditas cabai rawit ke Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro lebih rendah dibandingkan Pasar Larangan. Nilai share keuntungan dan share biaya pada ketiga lembaga pemasaran tergolong tidak merata. Nilai share keuntungan dan share biaya yang lebih merata terjadi pada pemasaran cabai rawit ke Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro melalui saluran pemasaran 1; (2) Nilai efisiensi pemasaran komoditas cabai rawit di Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro pada saluran pemasaran 1 sebesar 15,10% dan saluran pemasaran 2 sebesar 3,47%; sedangkan di Pasar Larangan sebesar 9,70%; (3) Tingkat integrasi vertikal di kedua pasar tergolong lemah yang ditandai dengan nilai koefisien elastisitas transmisi harga yang kurang dari 1.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071510201016;
dc.subjectpemasaran cabai rawit, efisiensi pemasaran, integrasi vertikalen_US
dc.titleAnalisis Komparatif Efisiensi Pemasaran Komoditas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Pasar Larangan dan Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro Kabupaten Sidoarjoen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record