Show simple item record

dc.contributor.advisorJulian Adam Ridjal
dc.contributor.advisorRudi Wibowo
dc.contributor.authorAnisa Zain
dc.contributor.authorRudi Wibowo
dc.contributor.authorJulian Adam Ridjal
dc.date.accessioned2015-12-28T03:45:00Z
dc.date.available2015-12-28T03:45:00Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/68841
dc.description.abstractTebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman perkebunan dari famili Graminae yang mempunyai peranan penting dalam menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Komoditas tebu merupakan komoditas yang dapat menghasilkan produk penting di Indonesia, yaitu gula. Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu II telah menetapkan Program Revitalisasi Industri Gula Nasional yang salah satu rencananya adalah penggantian/ modifikasi mesin/peralatan PG dari proses sulfitasi menjadi defekasi remelt karbonatasi (DRK). Pada lingkungan BUMN, PG yang sudah menerapkan teknologi DRK baru satu, yaitu PG. Semboro-PTPN XI guna meningkatkan kinerja PG. Semboro dan untuk meningkatkan kualitas gula yang akan dipasok ke pasar gula industri dan dengan harapan gula dihasilkan setara semi-rafinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efisiensi teknis sebelum dan setelah diberlakukannya sistem remelt karbonatasi di PG. Semboro, (2) kualitas gula sebelum dan setelah diberlakukannya sistem remelt karbonatasi di PG. Semboro, (3) perkembangan harga jual gula sebelum dan setelah diberlakukannya sistem remelt karbonatasi di PG. Semboro dan (4) strategi pengembangan sistem giling remelt karbonatasidi PG. Semboro. Penelitian di lakukan di PG. Semboro Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, analitis dan komparatif. Metode pengambilan contoh menggunakan Non Probability Sample. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik keputusan (Judgment Sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu(1) uji beda untuk dua sampel berpasangan, (2) analisis deskriptif, (3) analisis rasio dan (4) analisis FFA (Force Field Analysis) atau analisis medan kekuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Pabrik Gula Semboro tidak efisien secara teknis saat diberlakukannya sistem remelt karbonatasi dengan nilai t hit Mill Extraction (ME)< t tabel (0,817<2,353), t hit Boiling House Recovery (BHR)< t tabel( 2,060<2,353), dan t hit Overall Recovery (OR)< t tabel (1,403<2,353), (2) Kualitas gula Pabrik Semboro meningkat setelah diberlakukannya sistem remelt karbonatasi, (3) Harga jual gula tidak efisien secara finansial setelah diberlakukannya sistem remelt karbonatasi yang ditandai dengan rasio harga jual gula dengan sistem giling sulfitasi lebih tinggi dari rasio harga jual gula dengan sistem giling remelt karbonatasi. Faktor pendorong tertinggi adalah manajemen operasional yang tertata, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah persaingan pasaren_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUNEJen_US
dc.subjectRemelt Karbonatasien_US
dc.subjectEfisiensi Teknis Pabrik Gulaen_US
dc.subjectKualitas Gulaen_US
dc.subjectAnalisis Rasioen_US
dc.subjectAnalisis FFA (Force Field Analysis)en_US
dc.titleDAMPAK SISTEM GILING REMELT KARBONATASI TERHADAP KINERJAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record