Show simple item record

dc.contributor.advisorGani, Husni Abdul
dc.contributor.advisorNafikadini, Iken
dc.contributor.authorMachini, Firza Nove
dc.date.accessioned2015-12-28T02:57:58Z
dc.date.available2015-12-28T02:57:58Z
dc.date.issued2015-12-28
dc.identifier.nim112110101034
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/68797
dc.description.abstractSelf esteem merupakan penilaian individu tentang dirinya mencakup keberhargaan diri dan kompetensi diri. Perkembangan self esteem ini justru menurun di usia remaja sejalan dengan berkembangnya kemampuan kognitif mereka dalam memahami hubungan sebab-akibat, mempertanyakan kondisi berdasarkan nilai yang dimiliki dan semakin menyadari pandangan diri serta orang lain terhadap mereka. Salah satu penyebab rendahnya self esteem pada remaja ialah pikiran atau keyakinan negatif yang dia miliki tentang dirinya sendiri. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi rokok. Rokok dianggap dapat meningkatkan self esteem remaja. Metode yang digunakan peneliti untuk mengetahui gambaran self esteem pada remaja SMA Islam Lumajang adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif sosial. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 3 siswa laki-laki sebagai informan utama. Informan tambahan pada penelitian ini berjumlah 4 orang, 3 diantaranya merupakan siswa SMA Islam Lumajang sedangkan 1 orang merupakan rekan kerja salah satu informan utama. Informan kunci pada penelitian ini adalah seorang guru Bimbingan Konseling di sekolah tersebut. Informan utama didapatkan dengan teknik snowball yaitu sebuah teknik pengambilan informan dengan bantuan informan kunci. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang faktor personal siswa perokok (merasa mampu, merasa dihargai, merasa diterima). Faktor perilaku merokok meliputi jumlah rokok yang dikonsumsi setiap harinya, waktu untuk merokok, tempat untuk merokok, teman merokok, alasan merokok, usia awal merokok dan sumber rokok serta faktor lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan kerja juga merupakan informasi yang ditanyakan melalui wawancara mendalam untuk melihat gambaran self esteem pada remaja perokok di SMA Islam Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pada remaja di SMA Islam Lumajang, rokok bukan merupakan cara untuk meningkatkan self esteem. Hal ini dapat digambarkan dari 2 informan utama dengan self esteem tinggi yang tidak dipengaruhi oleh rokok meskipun keduanya merokok. Terdapat 1 informan utama membenarkan anggapan peneliti bahwa rokok dapat meningkatkan self esteem remaja. 2 informan utama dalam penelitian ini merupakan perokok ringan sedangkan 1 informan utama merupakan perokok sedang. Ketiga informan utama merupakan siswa yang juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lingkungan pekerjaan yang didominasi oleh pekerja dengan rata-rata usia jauh diatas informan utama membentuk kedewasaan dalam hal berfikir bagi informan utama. Kepekaan terhadap lingkungan sekitar juga ditunjukkan oleh ketiga informan tersebut. Pengaruh faktor teman sebaya merupakan pengaruh yang paling mendominasi remaja untuk merokok. Faktor lingkungan, faktor personal dan faktor perilaku merupakan tiga kesatuan yang tidak bisa dipisahkan serta saling berhubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Ketiga faktor tersebut mempengaruhi perilaku merokok dan terbentuknya self esteem pada remaja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRemaja Perokoken_US
dc.subjectSelf Esteemen_US
dc.title“SELF ESTEEM PADA REMAJA PEROKOK” (STUDI KUALITATIF DI SMA ISLAM LUMAJANG)en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record