Show simple item record

dc.contributor.authorDwi Cahyono Aji
dc.date.accessioned2015-03-17T09:36:13Z
dc.date.available2015-03-17T09:36:13Z
dc.date.issued2015-03-17
dc.identifier.nimNIM081810401024
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/61820
dc.description.abstractSurvei Hemiptera di SavanaBekol Taman Nasional Baluran Kabupaten Sitobondo JawaTimur; Dwi Cahyono Aji, 081810401024; 2014, 47 halaman; Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Hemiptera berasal dari kata hemi yang berarti setengah dan pterayang berarti sayap. Bertubuh pipih, ukuran dari sangat kecil sampai besar, antara 1-110 mm (Jumar, 2000). Sayap berjumlah 2 pasang, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Antena panjang, berjumlah 4-5 ruas. Termasuk serangga yang mempunyai bentuk alat mulut penusuk dan pengisap cairan (Pudjiastuti, 2005). Dalam kelas insekta, Hemiptera merupakan kelompok serangga yang besar dan tersebar sangat luas. Kebanyakan jenis dari mereka adalah serangga darat, tetapi banyak juga yang bersifat akuatik. Beberapa spesies mengeluarkan bau yang khas bila diganggu. Serangga ini lebih dikenal dengan nama kepik (bug) yang dibagi menjadi 2 subordo yaitu Heteroptera dan Homoptera (Gullan dan Cranston, 2010). Sebagian besar subordo Heteroptera bersifat merugikan atau hama terhadap tanaman karena menyerang semua bagian tanaman yaitu akar, batang, daun, bunga, dan biji. Contohnya adalah Leptocorisa acuta (Pudjiastuti, 2005). Namun untuk subordo Homoptera ada yang memiliki peranan penting dalam pengendalian gulma, misalnya spesies Dactylopius yang telah berhasil digunakan dalam pengendalian Opuntia (Gillott,2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Hemiptera yang terdapat di Savana Bekol TN Baluran Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni 2014 yang masuk pada musim kemarau di Savana Bekol TN Baluran Kabupaten Situbondo, Jawa timur dengan luas area penelitian 1,5 km 2 . Identifikasi dan deskripsi ordo Hemiptera dilakukan sampai tingkat jenis di Laboratorium Entomologi LIPI Cibinong Bogor. Metode yang digunakan adalah menangkap serangga Hemiptera dengan menggunakan perangkap. Alat yang digunakan adalah jaring serangga darat (sweep net), kuas, nampan plastik, kamera digital, alat tulis, botoljam, lampuLED 5 watt, mikroskop stereo, pinset, cawan petri, Termometer, Hygrometer, GPS (Global Positioning System),kompas, bortanah, jarum pin, buku deskripsiBorroret al., (1992), Lilies (1992), Bugguide.net (2007). Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alkohol 70%, formalin 4%,hook cup, kantong plastik,kertas label, kertaskartondan aquades steril. Berdasarkan hasil tangkapan yang diperoleh selama 1 bulan, diperoleh 97 individu dari 3 famili dan 4 spesies yaitu, Famili Tessaratomidae (Tessaratoma javanica), Famili Alydidae (Leptocorisa acuta dan Leptocorisa sp.), dan Famili Pyrrhocoridae (Dysdercus poecilus). Jumlah spesies yang ditemukan paling banyak adalah Leptocorisa acuta sebesar 74 individu.Jenis kepik yang jumlahnya sedikit pada saat sampling di savana Bekol yaitu D. poecilus(5 individu) dan T. javanica (1 individu). Kesimpulan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Hemiptera yang ditemukan di Savana Bekol TN Baluran Kabupaten Situbondo sebanyak 3 famili, yaitu Tessaratomidae, Alydidae, dan Pyrrhocoridae, yang terdiri dari 4 Jenis yaitu Tessaratomajavanica, Leptocorisaacuta, Leptocorisa sp., dan Dysdercuspoecilus.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries081810401024;
dc.subjectURVEI HEMIPTERA DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN KABUPATEN SITUBONDO JAWA TIMURen_US
dc.titleSURVEI HEMIPTERA DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN KABUPATEN SITUBONDO JAWA TIMURen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record