Pengembangan Media Interaktif Nearpod Berbasis Self Directed Learning dan Efektivitasnya Terhadap Self Regulated Learning Siswa dalam Pembelajaran Sejarah dengan Model
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterlibatan siswa
dalam pembelajaran sejarah, yang selama ini cenderung menggunakan metode
ceramah dan media satu arah seperti PowerPoint. Berdasarkan data awal di
SMAN 1 Jember, sebanyak 88,9% siswa menganggap pembelajaran sejarah
monoton dan hanya 19,4% yang menyatakan menyukai pelajaran tersebut.
Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih interaktif, sesuai
gaya belajar siswa, dan dapat mendorong kemandirian serta kemampuan mengatur
proses belajar mereka sendiri (Self Directed Learning / SDL dan Self Regulated
Learning / SRL). Untuk menjawab masalah tersebut, penelitian ini
mengembangkan media interaktif berbasis platform Nearpod yang dirancang
dengan prinsip SDL. Nearpod dipilih karena memiliki fitur-fitur interaktif seperti
video, quis, polling, collaborated board, open-ended question, dan web content,
yang memungkinkan siswa belajar sesuai kecepatan mereka sendiri, sekaligus
membantu guru memantau perkembangan siswa secara real time.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Produk
dikembangkan untuk materi “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia” pada kelas XI
SMA. Langkah-langkah pengembangan dimulai dari analisis kebutuhan dan
karakteristik siswa, perancangan media dan konten, pengembangan media
Nearpod, pelaksanaan uji coba di kelas, serta evaluasi keefektifan dan kelayakan
produk. Hasil validasi menunjukkan media Nearpod yang dikembangkan layak
digunakan: skor rata-rata validasi ahli materi sebesar 4,2, ahli bahasa 4,1, dan ahli
media 4,0, semuanya dalam kategori sangat baik. Uji coba produk dilakukan
dalam tiga tahap: uji perorangan, kelompok kecil, dan uji lapangan (kelompok
besar). Pada uji perorangan, media mendapat skor 4,8 (sangat layak). Pada uji
kelompok kecil, nilai rata-rata pretest naik dari 73 menjadi 85, sedangkan pada uji
lapangan nilai pretest naik dari 74,19 menjadi 84,75.
Secara statistik, uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi
0.000 (<0,05) yang berarti ada perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum
dan sesudah penggunaan media. Nilai N-Gain sebesar 0,3878 masuk kategori
sedang, sedangkan effect size sebesar 0,7682 termasuk kategori besar,
menunjukkan pengaruh yang cukup kuat dari penggunaan media Nearpod
terhadap peningkatan SRL siswa. Selain data kuantitatif, hasil angket dan
observasi juga menunjukkan siswa merasa lebih senang dan terlibat dalam
pembelajaran sejarah. Mereka lebih mudah memahami materi, dapat belajar sesuai
ritme sendiri, dan merasa lebih bebas untuk berekspresi dan berdiskusi. Guru juga
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
ix
merasa terbantu karena dapat melihat progres belajar siswa secara langsung
melalui fitur laporan di Nearpod.
Pengembangan media Nearpod ini tidak hanya menyajikan materi, tetapi
juga secara eksplisit dirancang dengan prinsip-prinsip SDL untuk mendukung
indikator-indikator SRL. Dengan demikian, siswa dilatih untuk menetapkan
tujuan belajar sendiri, memantau kemajuan, dan melakukan refleksi serta evaluasi
diri secara mandiri. Media Nearpod berbasis SDL ini memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan media konvensional: (1) mendukung pembelajaran
yang, dapat diakses kapan saja dan dimana saja; (2) mengakomodasi berbagai
gaya belajar siswa: visual, auditori, dan kinestetik; (3) dirancang dan
dikembangkan secara sistematis menggunakan model ADDIE serta divalidasi
ahli; (4) membantu siswa belajar lebih mandiri dan aktif, sesuai dengan semangat
Kurikulum Merdeka; (5) membantu guru memonitor aktivitas dan hasil belajar
siswa secara real time.
Kesimpulannya, pengembangan media interaktif Nearpod berbasis SDL
melalui model ADDIE terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan
SRL siswa. Media ini mendukung terciptanya pembelajaran sejarah yang lebih
menarik, kontekstual, modern, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad ke-
21. Selain itu, media ini juga dapat menjadi contoh inovasi bagi guru sejarah dan
peneliti lain yang ingin mengembangkan media pembelajaran serupa di mata
pelajaran lainnya.
Description
Reupload file repository 30 Maret 2026_Ratna
