Simulasi Injeksi Waterflooding pada Lapangan “SVT” Menggunakan Simulator Perminyakan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini merupakan pengembangan Lapangan “SVT” dengan
melakukan perencanaan ulang pemodelan waterflooding. Lapangan ini telah
memasuki tahap secondary recovery sejak Januari 2003, yang ditandai dengan
keberadaan sumur-sumur injeksi pada area tersebut. Penelitian ini difokuskan pada
pengembangan Lapisan “D, E, dan F” di mana Lapangan “SVT” telah mulai
berproduksi sejak Maret 1949 dengan jumlah cadangan awal sebesar 127.96
MMSTB. Hingga Januari 2017, kumulatif produksi dari ketiga lapisan tersebut
mencapai 26.91 MMSTB, dengan nilai recovery factor sebesar 20.7%. Produksi
tersebut didukung oleh 6 sumur produksi dan 6 sumur injeksi, dari total 34 sumur
di lapangan. Hal ini menjadi dasar evaluasi terhadap strategi waterflooding yang
telah berjalan, dengan tujuan mengoptimalkan desain pola injeksi serta
meningkatkan efisiensi penyapuan (sweeping efficiency) untuk mendorong
peningkatan faktor perolehan minyak. Penerapan pola injeksi yang tepat diharapkan
dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kontak antara fluida injeksi dan
hidrokarbon di dalam reservoir.
Perencanaan simulasi reservoir dilakukan menggunakan simulator Black
Oil dengan perangkat lunak Computer Modelling Group (CMG) IMEX.2021.10,
yang digunakan untuk memodelkan skenario pengembangan Lapangan “SVT”
melalui optimasi metode secondary recovery waterflooding. Perencanaan injeksi
didasarkan pada parameter peningkatan recovery factor dan radius pengurasan.
Tahapan simulasi meliputi: mempelajari model yang telah ada, menampilkan petapeta
reservoir yang diperlukan untuk mendukung perancangan pola injeksi,
menyusun skenario injeksi, serta menyimpulkan hasil simulasi. Kajian terhadap
model mencakup analisis terhadap model geologi, data tekanan reservoir, data
fluida, data produksi, serta hasil simulasi yang sudah tersedia sebelumnya.
Rencana pengembangan lapangan dilakukan dengan menyusun tiga
skenario pola injeksi yang berbeda, yaitu 4-spot pattern, 5-spot pattern, dan
peripheral pattern. Sebelum pengaplikasian pola injeksi, dilakukan screening
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
criteria untuk menentukan sumur mana yang tetap sebagai sumur produksi dan
mana yang dikonversi menjadi sumur injeksi (convert to injection). Proses ini
mempertimbangkan parameter geologi dan produksi, agar air injeksi dapat
termobilisasi dengan baik dan mampu mendorong minyak secara efektif. Dalam
proses simulasi, perhatian khusus diberikan pada parameter Bottom Hole Pressure
(BHP) dan laju injeksi, guna mengevaluasi potensi produksi minyak yang dapat
dihasilkan dari cadangan sisa selama sisa masa kontrak, yaitu selama 18 tahun.
Simulasi dilakukan selama 18 tahun produksi pada masing-masing
skenario. Sumur-sumur dalam Lapangan “SVT” dibagi menjadi tiga area, di mana
tiap area menembus lapisan berbeda berdasarkan variasi tekanan dan distribusi
cadangan minyak. Skenario I yang menggunakan konfigurasi injeksi 4-spot pattern
menghasilkan kumulatif produksi sebesar 29.71 MMSTB dan recovery factor
sebesar 22.94%, meningkat sebesar 2.24% dari kondisi awal. Skenario II dengan
pola 5-spot pattern menghasilkan kumulatif produksi sebesar 27.18 MMSTB dan
recovery factor sebesar 20.94%, dengan peningkatan sebesar 0.24%. Sementara itu,
Skenario III yang menerapkan pola injeksi peripheral menghasilkan kumulatif
produksi sebesar 30.08 MMSTB dan recovery factor sebesar 23.20%, dengan
peningkatan sebesar 2.50% dibandingkan basecase. Perbedaan hasil antar skenario
menunjukkan bahwa variasi pola injeksi memberikan dampak langsung terhadap
capaian produksi minyak dan efisiensi perolehan dari reservoir. Pengoptimalan
injeksi air juga dianalisis melalui displacement efficiency (sweeping efficiency),
dengan mengevaluasi nilai Voidage Replacement Ratio (VRR) untuk menilai
efektivitas penyapuan pada masing-masing skenario, di mana nilai VRR < 1
mengindikasikan bahwa injeksi belum sepenuhnya menggantikan volume fluida
yang diproduksi.
Description
Reupload File Repositori 28 Januari 2026_Maya
