Show simple item record

dc.contributor.authorAmilia Sitta Devi
dc.date.accessioned2013-12-05T02:30:02Z
dc.date.available2013-12-05T02:30:02Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.nimNIM080210301011
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4433
dc.description.abstractPengambilan kebijakan koperasi merupakan tanggung jawab manajemen atau Pengurus koperasi. Hal ini dikarenakan Pengurus koperasi memiliki hak istimewa di dalam koperasi antara lain yaitu, menentukan tujuan koperasi, merumuskan kebijakan-kebijakan koperasi, menentukan rencana sasaran serta program-program organisasi, dan lain-lain. Pengurus sebagai pusat pengambilan keputusan yang tertinggi merupakan perangkat organisasi yang bisa membawa perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan sumber dari segala inisiatif. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses intelektual yang bersifat dasar bagi perilaku manusia yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengambilan kebijakan Pengurus Koperasi Wanita Hemat Probolinggo melalui analisis rasio likuiditas dan rasio rentabilitas. Pengambilan kebijakan yang diteliti adalah kebijakan yang terkait dengan keputusan pembiayaan dan keputusan operasional koperasi. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Wanita Hemat Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Metode penentuan lokasi penelitian menggunakan purposive area yaitu menentukan dengan sengaja tempat penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumen dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan rumus masing-masing rasio yang ditelitia, yaitu rasio likuiditas dan rasio rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cash Ratio dari tahun 2010 sampai dengan 2012 mengalami penurunan dari 60,79%; 31,72%; 11,39%. Walaupun nilai Cash Ratio pada tahun 2012 merupakan nilai terendah namun dikategorikan baik vii karena koperasi mampu memanfaatkan kas yang dimilikinya untuk melunasi kewajibannya. Hal ini menandakan bahwa tidak ada kas yang menganggur di dalam koperasi. Sehingga kebijakan yang harus diambil oleh Pengurus adalah mempertahankan keadaan ini. Sama halnya dengan Cash Ratio, nilai Current Ratio mengalami penurunan dari 441,80% pada tahun 2010; 200,87% ditahun 2011 dan 153,41% ditahun 2012. Kebijakan yang harus diambil oleh Pengurus dengan keadaan seperti ini adalah dengan mengurangi jumlah kewajiban. Untuk keputusan operasional, rasio yang menjadi acuan adalah rasio rentabilitas. Nilai Return On Investment Koperasi Wanita Hemat Probolinggo mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir dari 4,22%; 3,66%; dan 3,02%. Hal ini tidak baik bagi koperasi karena berada di bawah rata-rata yang telah ditetapkan. Kebijakan operasional yang harus diambil oleh Pengurus adalah melakukan penekanan terhadap biaya-biaya operasional koperasi dan meningkatkan SHU. Sedangkan Return On Equity Koperasi Wanita Hemat Probolinggo mengalami kenaikan dari 7,74% menjadi 9,33% dan 10,83% ditahun 2012. Hal ini sangat baik bagi koperasi karena nilai ROE berada dikategori yang baik yang telah ditetapkan oleh Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia tahun 2009. Sehingga kebijakan operasional yang harus diambil oleh Pengurus Koperasi Wanita Hemat Probolinggo adalah mempertahankan keadaan ini. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam pengambilan kebijakan yang harus diambil oleh Pengurus adalah menggunakan laporan keuangan yang telah dianalisis sebagai acuan agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Dengan demikian kebijakan yang telah diputuskan tidak memberi kesulitan ditahun berikutnya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080210301011;
dc.subjectRasio Likuiditasen_US
dc.titleANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO RENTABILITAS SEBAGAI ALAT BANTU PENGAMBILAN KEBIJAKAN PENGURUS PADA KOPERASI WANITA HEMAT PROBOLINGGOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record