Show simple item record

dc.contributor.authorSevi Meilina Cahyaningrum
dc.date.accessioned2013-12-04T08:04:38Z
dc.date.available2013-12-04T08:04:38Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.nimNIM090210103043
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4090
dc.description.abstractDalam kehidupan sehari-hari masyarakat tidak pernah terlepas dari proses pengawetan dan pewarnaan karena bahan pengawet dan bahan pewarna memberikan banyak keuntungan dalam penggunaannya. Dalam proses pemanfaatannya, bahan pengawet dan pewarna terdiri dari bahan alami dan sintetis. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan pengawet dan pewarna adalah pemilihan bahan pengawet dan pewarna yang aman dan tidak memberikan efek samping yang membahayakan. Namun ternyata pengawet dan pewarna yang banyak digunakan saat ini, khususnya untuk makanan sangat berbahaya. Bahan pengawet makanan yang banyak digunakan saat ini berbahaya bagi kesehatan manusia, contohnya asam borak (boric acid) atau boraks dan formalin (formaldehyde). Formalin sering digunakan dalam proses pengawetan makanan, padahal formalin biasanya digunakan sebagai pembunuh hama, pengawet mayat, bahan desinfektan pada industri plastik, busa, dan resin untuk kertas. Bahan pewarna makanan yang juga berbahaya banyak digunakan saat ini, contohnya Rhodamin B dan Methanyl Yellow. Rhodamin B biasanya digunakan untuk mewarnai kertas, tekstil, dan reagensia sedangkan Methanyl Yellow digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Selain dalam dunia pangan, dunia industri juga menggunakan bahan tambahan untuk meningkatkan mutu hasil industrinya. Saat ini, produsen tekstil lebih memilih menggunakan pewarna sintetis yang berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan seperti napthol, diazonium salt (garam diazonium) yang diketahui dapat menyebabkan kanker. Banyak ditemukannya bahan pengawet dan pewarna sintetis yang berbahaya, maka masyarakat berinisiatif untuk kembali menggunakan bahan pengawet dan pewarna alami karena hidup sehat dengan cara back to nature saat ini sangat digemari. Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang dapat digunakan oleh suku-suku yang ada di Indonesia untuk menghasilkan pengawet dan pewarna alami, termasuk masyarakat Using yang juga menggunakan tumbuhan dalam proses pelaksanaan budaya lokal masyarakatnya. Masyarakat Using di kabupaten Banyuwangi adalah salah satu kelompok masyarakat yang masih memegang teguh budaya dan tradisi leluhurnya. Masyarakat Using senantiasa berinteraksi dengan lingkungan alam, salah satunya adalah tumbuhtumbuhan dalam segala kegiatan yang menyangkut tradisi dan budaya leluhurnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tumbuhan-tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Using di kabupaten Banyuwangi sebagai pengawet dan viii pewarna alami, baik untuk mengawetkan makanan dan kayu, juga untuk mewarnai makanan, kain/tekstil, dan kayu; serta untuk mengetahui apakah hasil penelitian tentang etnobotani pengawet dan pewarna alami oleh masyarakat Using di kabupaten Banyuwangi layak dijadikan sebagai buku suplemen. Penelitian ini dilakukan di empat desa yaitu desa Kemiren dan desa Olehsari kecamatan Glagah serta desa Penataban dan desa Boyolangu kecamatan Giri kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif yang menggabungkan metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara semi-structured dengan menggunakan tipe pertanyaan open-ended. Analisis data dilakukan dengan identifikasi nama ilmiah dan nama famili, analisis Use Value, dan analisis hasil validasi buku suplemen. Diperoleh 8 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai pengawet alami oleh masyarakat Using yang termasuk dalam 7 famili, yaitu famili Araceae, Menispermaceae, Dioscoreaceae, Rutaceae, Euphorbiaceae, Arecaceae, dan Musaceae. Dari 8 spesies tumbuhan tersebut terdapat 4 spesies tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai pengawet alami, yaitu pisang (Musa paradisiaca) yang mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol yang berfungsi sebagai senyawa antifungal alami pada tumbuhan, kecandik (tidak teridentifikasi), pinang (Areca catechu L.) mengandung senyawa alkaloid arekolin yang memiliki efek antioksidan dan antimutagenik, serta kemiri (Aleurites moluccana) yang mengandung saponin dan polifenol. Selain itu, diperoleh 25 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami yang termasuk dalam 17 famili yaitu Araceae, Vitaceae, Arecaceae, Euphorbiaceae, Lamiaceae, Fabaceae, Zingiberaceae, Meliaceae, Myrtaceae, Rubiaceae, Lythraceae, Poaceae, Liliaceae, Musaceae, Piperaceae, Annonaceae, Rhizophoraceae, dan Convolvulaceae. Dari 25 spesies tumbuhan tersebut terdapat 8 spesies tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai pewarna alami, yaitu pandan betawi (Pleomele angustifolia) mengandung klorofil, pisang (Musa paradisiaca) yang mengandung zat warna flavon dan flavonol, kunir/kunyit (Curcuma longa L.) yang mengandung senyawa kurkuminoid yang memberikan warna kuning, sabut kelapa (Cocos nucifera L.) yang mengandung zat warna merah tanin, padi (Oryza sativa L.) yang mengandung pigmen warna antosianin, jati (Tectona grandis L.) yang mengandung zat warna merah tanin, singkong/sawi (Manihot utilissima) yang mengandung klorofil, dan manting (Syzygium polyanthum) yang mengandung pigmen antosianin. Buku suplemen yang berjudul “Sehat dengan Pengawet dan Pewarna Alami Ala Using” termasuk dalam klasifikasi buku dengan pembintangan (*) yang bermakna layak dengan predikat cukup dan buku suplemen tersebut dinyatakan cukup valid dan perlu dilakukan revisi dengan meneliti kembali secara seksama dan mencari kelemahan-kelemahan produk untuk disempurnakan sebagai buku pengayaan pengetahuan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries090210103043;
dc.subjectPEWARNA ALAMIen_US
dc.titleETNOBOTANI PENGAWET DAN PEWARNA ALAMI OLEH MASYARAKAT USING DI KABUPATEN BANYUWANGI SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PENYUSUNAN BUKU SUPLEMENen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record