Show simple item record

dc.contributor.authorEnki Dani Nugroho
dc.date.accessioned2013-12-04T07:26:23Z
dc.date.available2013-12-04T07:26:23Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.nimNIM090210103031
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3994
dc.description.abstractKombucha merupakan hasil fermentasi yang melibatkan peran simbiosis antara bakteri dari genus Acetobacter sp. dan khamir dari genus Saccharomyces sp.. Kombucha biasanya difermentasikan dalam medium teh manis namun seiring perkembangannya, kombucha dapat pula difermentasikan dalam medium selain teh manis seperti sari belimbing wuluh dan air rebusan bunga rosella. Beberapa inovasi yang dilakukan dalam penelitian tersebut masih terbatas kepada bahan pangan yang lazim dikonsumsi oleh manusia, sedangkan inovasi dari bahan limbah pangan seperti limbah air kelapa tua masih sangat terbatas diujikan. Oleh karena itu, peneliti memilih penggunaan limbah air kelapa tua sebagai inovasi alternatif medium fermentasi kombucha. Selain itu, diharapkan agar nilai guna dan nilai ekonomi dari limbah air kelapa tua yang selama ini masih sangat jarang dimanfaatkan secara optimal dapat meningkat. Air kelapa tua mengandung nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter sp. sebagai bakteri utama penyusun sel kombucha diantaranya; sukrosa, fruktosa, dekstrosa, dan vitamin B kompleks. Pada penelitian ini, kombucha air kelapa yang telah dibuat kemudian diujikan terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro. Bakteri Salmonella typhi merupakan bakteri patogen penyebab penyakit demam typoid (tipus). Dalam penelitian ini yang diamati adalah Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, berhasil diketahui bahwa kombucha dapat bersifat antibakteri terhadap Escherichia coli, Aeromonas hydrophila, Yersinia enterolitica, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter cloacae, Campylobacter jejuni, Bacillus cereus, Helicobacter pylori, Listeria monocytogenes, S. epidermis, Salmonella enteritidis, dan Salmonella typhimurium. Tujuan penelitian ini adalah untuk viii menganalisis adanya daya hambat air fermentasi kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan menentukan KHM air fermentasi kombucha air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan metode sumuran dan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan MIPA, FKIP, Universitas Jember. Dalam penelitian ini dibuat kombucha air kelapa dengan serial waktu fermentasi 3 hari, 6 hari, 9 hari, 12 hari, 15 hari, 18 hari, 21 hari, 24 hari, 27 hari, dan 30 hari untuk mengetahui waktu fermentasi efektif dari air fermentasi kombucha air kelapa, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan serial konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% untuk menentukan konsentrasi acuan yang memulai hambatan sebagai dasar penentuan konsentrasi hambat air fermentasi kombucha air kelapa yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Selanjutnya dilakukan kembali pembuatan serial konsentrasi air fermentasi kombucha air kelapa dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% untuk menentukan konsentrasi hambat air fermentasi kombucha yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Kontrol positif yang digunakan dalam penelitian ini adalah kloramfenikol 0,25% sedangkan kontrol negatifnya adalah air kelapa tua yang tidak difermentasikan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Way ANOVA, kemudian jika diketahui perbedaan yang signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air fermentasi kombucha air kelapa mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, yang ditandai dengan terbentuknya zona bening (zona hambat) di sekitar sumuran pada medium lempeng NA. Kombucha air kelapa mempunyai waktu fermentasi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi pada waktu fermentasi 6 ix hari, dengan diameter zona hambat sebesar 1,2 cm dan mempunyai KHM terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi pada konsentrasi 30%, dengan rerata diameter zona hambat sebesar 0,13 cm dengan 3 kali pengulangan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries090210103031;
dc.subjectKombucha Air Kelapaen_US
dc.titlePENGARUH KOMBUCHA AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record