Show simple item record

dc.contributor.authorSiti Hasanah
dc.date.accessioned2013-12-04T04:57:53Z
dc.date.available2013-12-04T04:57:53Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.nimNIM080210192058
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3709
dc.description.abstractSalah satu permasalahan yang ada di Indonesia adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia. Hal inilah yang membuat bangsa Indonesia masih jauh tertinggal dengan bangsa lainnya, sehingga pendidikan menjadi kebutuhan yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pada kenyataannya masih banyak sekali para guru yang sulit untuk mengubah gaya mengajarnya dan pendekatan yang masih populer dipakai adalah Teacher Centered Learning (TCL). Adanya inovasi pembelajaran diperlukan guna mewujudkan pembelajaran yang tidak membosankan bagi siswa dan demi tercapainya tujuan utama pembelajaran yaitu peningkatan hasil belajar siswa. Model experiential learning yang mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran melalui pengalaman diharapkan memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengkaji hasil belajar IPA siswa menggunakan model experiential learning dan model direct instruction. (2) mengkaji sikap ilmiah siswa menggunakan model experiential learning dan model direct instruction. Daerah penelitian ini adalah SMPN 11 Jember yang ditentukan dengan metode purposive sampling area. Responden penelitian ditentukan setelah dilakukan uji one way-ANOVA. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII C dan VIII D yang ditentukan dengan metode cluster random sampling dengan teknik undian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomized subjects post-test only control group design. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, wawancara, tes, dan angket. Analisis data hasil belajar kognitif produk dan sikap ilmiah siswa dengan Independent Samples T-Test. Berdasarkan analisis data hasil belajar kognitif produk dinyatakan H ditolak dan H diterima. Jadi, hasil belajar IPA siswa menggunakan model experiential learning lebih baik dibandingkan dengan model direct instruction. Sedangkan analisis data sikap ilmiah siswa dilakukan untuk setiap indikator. Indikator objektif, terbuka, kritis, dan tidak mudah putus asa dinyatakan H 1 ditolak dan H diterima. Dengan demikian, sikap objektif siswa menggunakan model experiential learning lebih baik dibandingkan dengan model direct instruction. Demikian juga untuk sikap terbuka, kritis, dan tidak mudah putus asa yang dinyatakan lebih baik menggunakan model experiential learning dibandingkan dengan model direct instruction. Indikator sikap ilmiah yang lain yaitu teliti dan kreatif dinyatakan H 1 0 diterima dan H ditolak, sehingga sikap teliti dan kreatif siswa menggunakan model experiential learning tidak lebih baik dibandingkan dengan model direct instruction. 1 Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa menggunakan model experiential learning lebih baik dibandingkan dengan model direct instruction. Sedangkan sikap ilmiah siswa menggunakan model experiential learning secara umum lebih baik dibandingkan dengan model direct instruction, hal ini dapat dilihat dari empat indikator sikap ilmiah yang dinyatakan lebih baik yaitu sikap objektif, terbuka, kritis, dan tidak mudah putus asa. Sedangkan sikap teliti dan kreatif siswa menggunakan model experiential learning tidak lebih baik dibandingkan dengan model direct instruction.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080210192058;
dc.subjectModel Experiential Learningen_US
dc.titlePENGARUH PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DAN SIKAP ILMIAH SISWA DI SMPen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record