Perbandingan Tingkat Aktivitas Fisik pada Remaja di SMA Negeri 2 Jember dan SMA Pesantren Nurul Islam Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Masa transisi atau peralihan dalam masa remaja merupakan periode yang
penting dimana remaja mulai dapat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan
memilih kebiasaan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik untuk meningkatkan
kesehatan. Walau demikian, masih banyak remaja yang belum memenuhi
rekomendasi aktivitas fisik oleh WHO, yaitu melakukan minimal 60 menit aktivitas
fisik dengan intensitas sedang hingga berat setiap harinya. Kurangnya aktivitas fisik
pada masa remaja dapat menjadi suatu perilaku kesehatan buruk yang berlanjut
hingga usia dewasa. Aktivitas fisik yang tidak terpenuhi pada remaja dapat
disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, perkembangan
teknologi, dan lingkungan sekolah. Aktivitas remaja di sekolah banyak dilakukan
di sekolah seperti pada pendidikan jasmani, transportasi aktif, aktivitas fisik
sebelum dan sesudah sekolah, saat jam istirahat, dan di dalam kelas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas fisik dan
menganalisis perbandingan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMAN 2 Jember
dan SMA Pesantren Nuris Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
kuantitatif dengan yang menggunakan metode cross-sectional dengan teknik
sampling yaitu simple random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini
sebanyak 340 siswa yang dibagi rata dengan 170 siswa di sekolah menengah atas
negeri (SMAN) 2 Jember dan 170 siswa di SMA Pesantren Nuris Jember. Penelitian
ini menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Physical Activity
Questionnare for Adolescents (PAQ-A) untuk melihat tingkat aktivitas fisik pada
remaja SMA. Penelitian ini telah melalui uji etik dengan No.
361/UN25.1.14/KEPK/2024. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS
dengan uji chi square dengan α = 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia siswa di SMAN 2
Jember yaitu 16,42 tahun, sedangkan pada remaja di SMA Pesantren Nuris Jember yaitu 16,41 tahun. Siswa dengan jenis kelamin perempuan menjadi yang paling
banyak, baik SMAN 2 Jember maupun pada SMA Pesantren Nuris Jember. Siswa
kelas 10 terlihat paling banyak pada SMAN 2 Jember, sedangkan pada SMA
Pesantren Nuris Jember yang paling banyak adalah siswa kelas 11. Hampir seluruh
siswa di SMAN 2 Jember bertempat tinggal dengan keluarga, sedangkan pada SMA
Pesantren Nuris Jember seluruhnya bertempat tinggal di asrama pesantren. Tingkat
aktivitas fisik pada remaja di kedua sekolah lebih dari setengah siswa berada dalam
kategori rendah baik pada kelompok remaja di SMAN 2 Jember yaitu sebanyak 97
(57,1%) siswa, maupun di SMA Pesantren Nuris Jember yaitu sebanyak 96 (56,5%)
siswa. Berdasarkan hasil penelitian, tidak menunjukkan adanya perbedaan yang
signifikan pada tingkat aktivitas fisik di antara dua kelompok responden, yaitu
SMAN 2 Jember dan SMA Pesantren Nuris Jember (X2 = 1,313; p-value = 0,252).
Description
Reaploud Repository February_agus
