Identifikasi Peran Ayah Dalam Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah (Bblr) Pada Usia 6 – 24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ajung Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan permasalahan kesehatan pada bayi yang ditandai dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Permasalahan tersebut menjadi penyebab kematian neonatal kedua di Indonesia. Bayi dengan BBLR membutuhkan perawatan yang intensif baik ketika di rumah sakit maupun setelah kepulangan dari rumah. Keluarga memiliki peranan penting dalam merawat bayi BBLR karena 1000 HPK menjadi masa emas yang menentukan tumbuh kembang kedepannya. Kewajiban merawat anak seringkali identik dengan tugas ibu, akan tetapi keterlibatan ayah juga berkontribusi besar terhadap perkembangan bayi. Ayah dinilai kurang berperan dalam merawat anak karena sebagian beesar waktunya digunakan untuk bekerja. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah tetapi juga merawat anak secara fisik, emosi, sosial, intelektual dan moral. Salah satu pernanan penting ayah dalam perawatan anak dengan riwayat BBLR yaitu pemenuhan nutrisi anak. Ayah dapat terlibat aktif dalam membantu ibu memilih makanan seimbang, menyuapi dan menemani anak makan.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deksriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang menggambarkan peran ayah dalam perawatan BBLR pada anak usia 6 – 24 bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah ayah yang memiliki anak dengan riwayat BBLR riwayat BBLR yang berusia 6 – 24 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Ajung Kabuptaen. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan simple random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel yaitu 56 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner ECLS-B Father Self-Administered Questionaire yang telah dimodifikasi untuk mengukur peran ayah dalam perawatan anak BBLR terkait praktik pemberian makan dan pemenuhan nutrisi. Analisis univariat dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia ayah yang memiliki anak dengan riwayat BBLR pada usia 6 – 24 bulan yaitu 30 tahun. Mayoritas ayah memiliki anak dengan jumlah 1 yautu 48 responden dengan rata-rata usia anak yaitu 12 bulan. Selain itu mayoritas ayah berpendidikan SMA/sederajat dengan mayoritas berpekerjaan sebagai petani. Hal inilah yang menyebabkan penghasilan sebagian besar ayah di bawah UMR Kabupaten jember yaitu sebanyak 41 ayah. Penelitian ini menunjukkan mayoritas ayah memiliki peranan baik dalam perawatan anak BBLR yaitu sebanyak 24 ayah (42,9%), kategori cukup sebanyak 17 ayah (30,4%) dan kategori kurang sebanyak 15 ayah (26,8%). Hal ini menunjukkan ayah terlibat aktif dalam membantu ibu dalam merawat anak seperti membantu menyiapkan makanan seimbang, membantu menyuapi anak dan menemani anak makan. Keterlibatan ayah dapat memberikan keharmonisan dalam keluarga, meningkatkan ikatan ayah dan anak, meningkatkan kepercayaan diri anak, membantu melatih motorik dan kognitif anak.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mayoritas ayah memiliki peranan baik dalam perawatan anak dengan riwayat BBLR pada usia 6 – 24 bulan di Wilayah Puskesmas Ajung Kabupaten Jember. Ayah maupun ibu harus saling berperan aktif dalam merawat anak khsusnya memperhatikan pemenuhan nutrisi pada bayi. Hal ini karena anak dengan BBLR membutuhkan nutrisi seimbang untuk mendorong pertumbuhan yang optimal sehingga mencegah risiko stunting maupun penyakit kronis lainnya.
Description
Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
