Dinamika Emosi pada Persona Disleksia dalam Novel Luka Cita Karya Valerie Patkar dan Implementasinya sebagai Alternatif Materi Sastra di SMA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Emosi pada hakikatnya merupakan pergolakan perasaan, pikiran, serta nafsu manusia yang menggambarkan keadaan mental (Goleman dalam Latifa 2018). Dinamika emosi mengacu pada perubahan ekspresi dan emosi seseorang yang mencangkup bagaimana emosi itu muncul dan berubah. Novel Luka Cita karya Valerie Patkar merupakan novel yang menarik untuk dikaji menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori klasifikasi David Krech dibantu dengan teori neurobiology anak disleksia oleh Sally Shywitz, sehingga dapat meneliti dinamika emosi tokoh disleksia secara mendalam. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran sastra kelas 12 Kurikulum Merdeka dengan tujuan pembelajaran mengidentifikasi novel untuk menemukan unsur-unsur pembangun (unsur ekstrinsik) sebuah novel. Rumusan masalah dala penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk dinamika emosi pada tokoh disleksia dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar? (2) Bagaimanakah implementasi dari hasil penelitian dinamika emosi sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA kelas 12 khususnya teks novel? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Data dala penelitian ini berupa kata, kalimat, paragraf, serta dialog yang terdapat dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar yang menunjukkan bentuk-bentuk dinamika emosi tokoh disleksia menggunakan teori klasifikasi emosi David Krech dibantu dengan teori neurobiologi pada anak disleksia. Sumber data pada penelitian ini menggunakan novel Luka Cita karya Valerie Patkar serta dokumen alur tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia fase F Kurikulum Merdeka tahun 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalahteknik dokumentasi dan wawancara. Teknik dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data tertulis berupa kata, kalimat, paragraf, dan dialog yang terdapat dalam novel Luka Cita yang diindikasi memuat jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan. Teknik wawancara digunakan untuk memverifikasi data hasil temuan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori analisis Miles dan Huberman yang meliputi pereduksian data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi temuan. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa emosi pada tokoh disleksia dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar cenderung memiliki kecemasan dan kebencian yang berlebih terhadap catur. Kecemasan yang dialami mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir tokoh disleksia, sehingga ia memiliki karakter yang pendiam. Selain itu, tokoh Tara juga memiliki karakter yang pantang menyerah dalam mencapai cita-citanya walaupun dirinya adalah anak disleksia. Novel Luka Cita karya Valerie Patkar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA kelas 12 Kurikulum Merdeka pada elemen membaca dan memirsa dengan tujuan pembelajaran mengidentifikasi novel untuk menemukan unsur-unsur pembangun sebuah novel. Siswa dapat belajar memahami karakter anak disleksia serta menumbuhkan sikap toleransi kepada sesama teman dan menanamkan pentingnya memberikan dukungan pada anak kebutuhan khusus (disleksia).

Description

Reupload file repository 13 februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By