Show simple item record

dc.contributor.authorIVIN TYAS PAMUNGKAS, SP.
dc.date.accessioned2014-01-29T00:58:20Z
dc.date.available2014-01-29T00:58:20Z
dc.date.issued2014-01-29
dc.identifier.nimNIM061520101040
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/26878
dc.description.abstractSebesar empat puluh tujuh persen permukaan bumi merupakan lahan kering . Desertifikasi (penggurunan atau perubahan ekologi secara perlahan menjadi lahan kering berkarakteristik seperti gurun) dan kekeringan mengancam 2.311 spesies, lebih dari 40 milyar dollar per tahun produksi pertanian hilang. Pada dasarnya semua jenis tanaman, termasuk kakao, memerlukan legas tanah yang cukup agar proses-proses fisiologis di dalam tubuhnya berlangsung dengan baik. Untuk itulah diperlukan bahan tanam kakao yang mempunyai kemampuan untuk hidup dan berfungsi secara metabolis pada kondisi tersebut. Penanaman bahan tanam yang toleran di lahan kering, merupakan salah satu alternatif dalam pengembangan dan peningkatan budidaya dan pertanaman kakao. Metode seleksi dengan PEG ini akan diperlakukan pada pembibitan kakao untuk seleksi kakao tahan kekeringan. Dari perlakuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kakao yang tahan kekeringan. Metode seleksi melalui pembibitan dapat digunakan untuk mendapatkan tanaman kakao yang toleran terhadap kekeringan dengan penggunaan PEG pada media tanam. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola percobaan faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah kakao yang terdiri dari 3 taraf yang terdiri dari tiga bahan tanam kakao (ICS 60, Sca 12 dan BR 25) dan faktor kedua adalah konsentrasi PEG dengan 6 taraf yang terdiri dari 1 perlakuan kontrol dan 5 perlakuan konsentrasi PEG yaitu 5, 10, 15, 20 dan 25 g/lt. Perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga bahan tanam kakao pada berbagai konsentrasi PEG, mengetahui pengaruh konsentrasi PEG yang mengakibatkan kematian pembibitan tanaman kakao dan mengetahui pengaruh interaksi antara bahan tanam kakao dengan konsentrasi PEG terhadap pertumbuhan awal bibit kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tanam kakao ICS 60, Sca 12 dan BR 25 menanggapi stress air dengan mengurangi jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun, tinggi tanaman, diameter batang, berat basah dan berat kering tajuk tanaman, berat basah dan berat kering akar tanaman, berat basah dan berat kering tanaman, sedangkan panjang akar ketiga bahan tanam kakao yang terbentuk semakin bertambah dengan meningkatnya konsentrasi PEG. Bahan tanam Sca 12 lebih tahan terhadap stres air dengan persentase hidup paling tinggi. Bibit kakao secara signifikan mengalami kematian pada konsentrasi PEG mulai 15 gram/liter. Diameter batang, panjang daun, lebar daun dan persentase bibit hidup secara nyata dipengaruhi oleh interaksi antara bahan tanam dan konsentrasi PEG.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries061520101040;
dc.subjectPENGARUH KONSENTRASI PEG (Polyethylene Glycol) TERHADAP PARAMETER PERTUMBUHAN AWAL BIBIT TANAMAN KAKAOen_US
dc.titlePENGARUH KONSENTRASI PEG (Polyethylene Glycol) TERHADAP PARAMETER PERTUMBUHAN AWAL BIBIT TANAMAN KAKAOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record