Show simple item record

dc.contributor.authorRiang Pramulia
dc.date.accessioned2013-12-03T01:25:58Z
dc.date.available2013-12-03T01:25:58Z
dc.date.issued2013-12-03
dc.identifier.nimNIM072210101033
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2594
dc.description.abstractAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Sebagian besar anemia di Indonesia disebabkan oleh kekurangan zat besi yang disebut dengan anemia defisiensi besi. Zat besi adalah salah satu unsur gizi yang merupakan komponen pembentuk hemoglobin atau sel darah merah. Salah satu parameter untuk mendeteksi anemia defisiensi besi adalah mengukur besarnya kadar serum besi (SI). Untuk mengetahui kandungan serum besi dan pH darah menstruasi dalam serum darah menstruasi dapat digunakan chip kertas sebagai sensor kimia dengan karakteristik tertentu yang dapat mendeteksi analit secara semikuantitatif dengan penglihatan mata biasa. Chip kertas yang difabrikasi dengan teknik cetak sablon dan diimmobilisasi dengan teknik adsorbsi ini mengandung reagen 1,10 – Fenantrolin dan indikator bromothymol blue. Serum besi pada serum darah menstruasi akan bereaksi dengan reagen membentuk kompleks yang berwarna merah jingga dan akan bereaksi dengan indikator bromothymol blue membentuk warna kuning pada suasana asam dan warna biru pada suasana basa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinta sablon yang sesuai untuk chip kertas merupakan campuran pasta karet warna, emulsifier dan tinta hitam karena mampu menahan cairan sampel dari perembesan dengan matriks pendukungnya ialah kertas saring jenis halus 150 mm. Kondisi optimum chip kertas meliputi volume sampel optimum sebesar 50 µL dan volume reagen optimum sebesar 2 µL. Hasil karakteristik chip kertas ini meliputi: daerah linier chip kertas adalah rentang konsentrasi 0,2 – 1,8 ppm, dengan nilai r = 0,9975 untuk deteksi standart besi dan rentang pH 4 – 8, dengan nilai r = 0,9945 untuk deteksi pH, batas deteksi dari penelitian adalah 0,025 ppm dan batas kuantitasi 0,083 ppm, selektivitas chip kertas cukup bagus karena adanya interferen NaCl dan kreatinin tidak mempengaruhi kerja vii reagen pada chip kertas, dapat ditunjukkan dengan ∆ mean RGB yang relatif kecil, presisi chip kertas dinyatakan dengan besar RSD. Chip kertas dinyatakan cukup presisi karena nilai RSD pada masing – masing konsentrasi kurang dari 2%. Serta % recovery chip kertas sebesar 84,281 – 98,579%. Chip kertas ini dapat diaplikasikan pada sampel nyata untuk mendeteksi secara anemia defisiensi besi sekaligus dapat mengukur besarnya pH darah menstruasi. Hal ini dibuktikan dengan nilai yang tidak jauh berbeda/mendekati antara hasil deteksi chip kertas dengan hasil deteksi laboratorium di rumah sakit.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries072210101033;
dc.subjectPEMBALUT PINTAR , DETEKSI DINI ANEMIA DEFISIENSI BESIen_US
dc.titlePENGEMBANGAN PEMBALUT PINTAR UNTUK DETEKSI DINI ANEMIA DEFISIENSI BESIen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record