Perbandingan Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Dua Jenis Edible Flowers Berdasarkan Pendekatan Metabolomik sebagai Poster Akademik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Edible flowers (EF) merupakan kelompok bunga yang dapat dikonsumsi dan mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Pemanfaatan EF sebagai sumber antioksidan di Indonesia masih terbatas karena kurangnya informasi mengenai kandungan fitokimia dan efektivitasnya dalam menangkal radikal bebas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan dari dua jenis EF, yaitu bunga topi turki (Malvaviscus arboreus) dan jotang (Acmella paniculata), dengan pendekatan metabolomik guna memberikan wawasan ilmiah mengenai potensi kedua bunga tersebut sebagai antioksidan alami.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan metabolomik untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia serta mengukur aktivitas antioksidan dari dua jenis EF. Sampel diperoleh dari Kecamatan Silo dan Antirogo, Kabupaten Jember, kemudian dikeringkan menggunakan metode freeze drying. Analisis kandungan fitokimia dilakukan menggunakan LC-MS (Liquid Chromatography-Mass Spectrometry) untuk mendeteksi senyawa metabolit sekunder, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) untuk mengukur kapasitas reduksi radikal bebas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dan hubungan antara kandungan fitokimia serta aktivitas antioksidan diuji menggunakan Pearson Correlation dengan software SPSS.
Hasil analisis LC-MS menunjukkan bahwa bunga topi turki memiliki kandungan fitokimia lebih tinggi, terutama senyawa alkaloid (55,20%), dibandingkan bunga jotang, yang lebih banyak mengandung alkaloid (3,27%). Hasil uji DPPH menunjukkan bahwa topi turki memiliki nilai IC50 sebesar 92,74 μg/mL, yang tergolong dalam kategori antioksidan kuat, sementara jotang memiliki nilai IC50 sebesar 156,95 μg/mL, yang termasuk dalam kategori lemah. Uji korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kandungan fitokimia dengan aktivitas antioksidan, di mana semakin tinggi kandungan fitokimia, semakin besar pula kapasitas antioksidannya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa bunga topi turki memiliki kandungan fitokimia yang lebih kompleks serta aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan bunga jotang. Oleh karena itu, bunga ini berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang lebih unggul. Hasil penelitian ini dikembangkan dalam bentuk poster akademik sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan oleh akademisi dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat EF dalam bidang kesehatan dan pangan.
Description
Reupload file repository 10 Februari 2026_Ratna
