Show simple item record

dc.contributor.authorInka Dewi Nur Anggraini
dc.date.accessioned2013-12-02T15:41:15Z
dc.date.available2013-12-02T15:41:15Z
dc.date.issued2013-12-02
dc.identifier.nimNIM092210101063
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2552
dc.description.abstractMeloksikam adalah salah satu NSAID yang bekerja sebagai inhibitor selektif siklooksigenase -2 (COX-2) dan memiliki aktivitas analgesik, serta anti-inflamasi yang banyak digunakan dalam pengobatan arthritis, osteoarthritis dan penyakit sendi lainnya (Sweetman et al., 2009). Pemberian meloksikam secara topikal dilakukan untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan pada rute per oral. Salah satu bentuk sediaan topikal adalah gel. Salah satu syarat sediaan gel adalah obat harus terlarut pada basisnya. Obat yang memiliki kelarutan yang rendah akan sulit terlarut kedalam basisnya. Kelarutan obat yang rendah juga menyebabkan rendahnya kecepatan disolusi obat sehingga dapat mempengaruhi proses absorbsi obat. Meloksikam merupakan BCS kelas II, yang memiliki permeabilitas baik namun memiliki kelarutan rendah. Kelarutan meloksikam dalam air adalah 0,011 mg/ml sehingga merupakan tantangan besar dalam memformulasi sediaan gel (Saleem dan Bala, 2010). Metode yang digunakan dalam usaha meningkatkan kelarutan suatu obat, salah satunya yaitu dengan pembentukan dispersi padat (Anshu dan Jain, 2011). Preparasi dan penyimpanan dispersi padat merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat terjadi perubahan karakteristik disolusi obat tersebut (Verma et al., 2011). Pada penelitian ini digunakan suhu penyimpanan 50°C selama 1 bulan (Huynh, 2008). Suhu penyimpanan yang dipilih berdasarkan ICH. Pada penelitian ini dirancang 2 formula dengan variasi konsentrasi PVP yang berbeda dalam dispersi padat. Perbandingan meloksikam:PVP yang digunakan adalah viii 1:1 dan 1:7. Masing-masing gel dispersi padat meloksikam:PVP akan disimpan dalam suhu 25 C dan 50 C, gel disimpan selama 1 bulan. Pengujian terhadap gel dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan pada suhu dan waktu yang telah ditentukan. Pengujian gel setelah penyimpanan akan dianalisis dengan menggunakan desain faktorial. Evaluasi sediaan meliputi pengujian organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, uji sifat alir, dan pengujian homogenitas bahan aktif dalam sediaan. Berdasarkan evaluasi sediaan yang telah dilakukan, semua formula telah memenuhi persyaratan seluruh pengujian dan dapat disimpulkan bahwa PVP memberikan pengaruh terhadap nilai viskositas, fluks dan daya sebar sediaan. Gel dispersi padat meloksikam:PVP 1:7 memiliki viskositas yang rendah, serta nilai daya sebar dan fluks yang lebih tinggi dibandingkan Gel dispersi padat meloksikam:PVP 1:1. Suhu penyimpanan tidak mempengaruhi nilai pH, viskositas, dan daya sebar sediaan, namun mempengaruhi nilai fluks sediaan. Hasil pengujian pelepasan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa laju pelepasan gel dispersi padat meloksikam 1:7 dan disimpan dalam suhu 25°C memiliki nilai fluks paling tinggi, yakni 328,727 µg/cm 2 menit 1/2 . Nilai fluks terendah ditunjukkan pada gel dispersi padat meloksikam:PVP 1:1 yang disimpan dalam suhu 50°C, yakni 134,594 µg/cm 2 menit 1/2 . Hasil uji optimasi dengan menggunakan design expert, menunjukkan terdapat pada titik tersebut. Berdasarkan optimasi dengan metode desain faktorial ini diperoleh 34 kombinasi jumlah PVP dan suhu penyimpanan yang dapat menghasilkan gel dengan nilai pH, viskositas dan fluks sesuai kriteria yang diinginkan. Rentang PVP yang dapat digunakan adalah 3,9-7,0 sedangkan suhu penyimpanan yang dapat digunakan adalah 25-50°Cen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries092210101063;
dc.subjectOptimasi Kombinasien_US
dc.titleOPTIMASI KOMBINASI DISPERSI PADAT MELOKSIKAM-PVP DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT FISIKA KIMIA DAN PELEPASAN GEL MELOKSIKAM SECARA IN VITROen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record