Show simple item record

dc.contributor.authorRisa Purwanti
dc.date.accessioned2014-01-27T00:33:57Z
dc.date.available2014-01-27T00:33:57Z
dc.date.issued2014-01-27
dc.identifier.nimNIM090210301071
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/24694
dc.description.abstractPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive area, yaitu Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penentuan subjek menggunakan metode purposive dengan dengan kriteria: memiliki suami bekerja dengan tanggungan anak sekolah, memiliki suami bekerja tanpa tanggungan anak sekolah, janda dengan tanggungan anak sekolah, dan bekerja sebagai penjual jamu keliling selama lebih dari sepuluh tahun. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumen. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menelaah seluruh data, mereduksi data, menyusun data dalam satuan-satuan, mengkategorikan data, menentukan keabsahan data, dan menafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan subjek, yakni wanita penjual jamu keliling di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya memiliki etos kerja, antara lain: kerja keras, tanggung jawab, mandiri, hemat, dan berorientasi ke depan. Etos kerja keras subjek terlihat dari ketekunan, keuletan, dan pantang menyerah dalam bekerja. Tanggung jawab subjek tampak dari adanya komitmen dari dalam diri untuk nedho nerima lan rambana, menjaga kualitas produk, dan tepat waktu dalam bekerja. Sementara itu, etos kerja mandiri subjek terlihat dari kemandirian dalam bekerja, mampu menopang ekonomi keluarga, dan berani mengambil keputusan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pola hidup hemat subjek mengarah pada dua aspek, yakni hemat dalam mengelola pendapatan dan hemat dalam berproduksi. Sedangkan sikap berorientasi ke depan subjek terlihat dari adanya harapan untuk mengembangkan usaha dan memberikan pendidikan yang tinggi bagi anak. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan subjek yang berstatus janda memiliki etos kerja keras dan kemandirian yang lebih tinggi dibandingkan subjek yang berstatus memiliki suami. Subjek yang berstatus janda memiliki alokasi waktu kerja lebih tinggi, yaitu 12 – 14 jam perhari, sedangkan subjek yang berstatus memiliki suami memiliki alokasi waktu kerja 9 – 10 jam per hari. Kemandirian subjek yang berstatus janda juga tidak kalah tinggi dengan mereka yang berstatus memiliki suami. Terbukti sebagai janda mereka tidak hanya mampu bekerja sendiri, tetapi juga mampu menopang ekonomi keluarga dan berani mengambil keputusan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries090210301071;
dc.subjectEtos Kerja Wanita Penjual Jamu Kelilingen_US
dc.titleETOS KERJA WANITA PENJUAL JAMU KELILING DI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER TAHUN 2013en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record