Show simple item record

dc.contributor.authorEndah Puspitaningrum
dc.date.accessioned2014-01-23T07:48:07Z
dc.date.available2014-01-23T07:48:07Z
dc.date.issued2014-01-23
dc.identifier.nimNIM082110101001
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/22365
dc.description.abstractPelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif dimana pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi, sedangkan pelayanan preventif mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit. Setiap institusi penyedia pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, dituntut untuk bisa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para pasiennya tanpa memandang status sosial maupun ekonomi yang artinya pelayanan yang dilakukan dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.Keberadaan Depo Farmasi di dalam rumah sakit sangat penting karena pasien tidak perlu kesulitan untuk mencari Depo Farmasi di luar karena semua obat yang diperlukan oleh pasien sudah tersedia di Depo Farmasi yang berada di dalam rumah sakit. Pemanfaatan pelayanan Depo Farmasi oleh pasien Askes maupun pasien Jamkesmas mulai dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 mencapai 100%. Akan tetapi untuk pasien umum yang memanfaatkan pelayanan Depo Farmasi pada tahun 2009 hanya 13,8%, tahun 2010 turun menjadi 10% dan pada tahun 2011 naik tetapi hanya sekitar 18,4%. Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya pemanfaatan pelayanan Depo Farmasi oleh pasien umum. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor yang berhubungan dengan pemilihan pemanfaatan pelayanan Depo Farmasi Umum Instalasi Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang berdasarkan waktunya termasuk penelitian cross sectional. Penelitian ini berlokasi di Instalasi Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember. Data primer dalam penelitian ini meliputi pemilihan pemanfaatan pelayanan Depo Farmasi, pendapatan pasien, pengetahuan pasien, ketersediaan fasilitas, pengalaman pasien, harga obat, pelayanan Depo Farmasi, kecukupan obat dan pemberian informasi. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara disertai dengan panduan wawancara. Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik statistik yaitu uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi  = 0,05. Hasil Penelitian menunjukkan dari 96 responden, sebagian besar responden (57,3%) berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar responden (57,3%) berusia antara 18 - < 40 tahun yang tergolong dalam kategori dewasa dini. Jika dilihat dari tingkat pendidikan, sebagian besar responden (71,9%) memiliki tingkat pendidikan SMA dan dari segi pekerjaan, sebagian besar responden (39,6%) bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI. Pengetahuan, pengalaman, pelayanan Depo Farmasi, harga obat dan pemberian informasi dengan pemilihan pemanfaatan pelayanan Depo Farmasi Umum Instalasi Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember. Sedangkan pendapatan, ketersediaan fasilitas dan kecukupan obat tidak berhubungan dengan pemilihan pemanfaatan pelayanan Depo Farmasi Umum Instalasi Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember. Berdasarkan hasil penelitian ini, pihak rumah sakit sebaiknya meningkatkan pelayanan mempertimbangkan rekomendasi dari pasien untuk menambah fasilitas di Depo Farmasi umum, memisahkan ruang pelayanan dan memberikan nomor antrian agar pasien mengetahui giliran mereka untuk mengambil obat sehingga dengan ini diharapkan semakin banyak pasien yang memanfaatkan pelayanan di Depo Farmasi Umum Instalasi Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jemberen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries082110101001;
dc.subjectpharmacy service, service advantage selectionen_US
dc.titleFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PEMANFAATAN PELAYANAN DEPO FARMASI UMUM INSTALASI RAWAT JALAN RSD dr. SOEBANDI JEMBER TAHUN 2012en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record