Show simple item record

dc.contributor.authorFransisca Agustin
dc.date.accessioned2014-01-22T23:38:43Z
dc.date.available2014-01-22T23:38:43Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM071510401037
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/21451
dc.description.abstractKakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian. Penurunan produksi kakao, dapat diakibatkan oleh adanya gulma di sekitar tanaman kakao. Gulma dominan pada tanaman kakao adalah gulma berdaun lebar, yaitu Chromolaena odorata L. Gulma ini tumbuh secara berkelompok, sehingga dapat menyebabkan persaingan yang cukup besar dan mengakibatkan tanaman kakao tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sulit untuk menghasilkan buah. Untuk mengendalikan populasi gulma C. odorata pada tanaman kakao, diperlukan teknik pengendalian yang tepat, terutama pengendalian yang lebih mengarah pada pengendalian hayati, yaitu dengan memanfaatkan jamur antagonis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa jenis jamur yang berpotensi untuk mengendalikan gulma C.odorata dan mengetahui tingkat efektivitasnya. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan isolasi, identifikasi, dan inokulasi. Pengujian dengan menggunakan uji regresi korelasi linier sederhana. Waktu penelitian dari Oktober 2010 sampai Maret 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, dengan 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan sebanyak 7 kali dengan interval pengamatan 3 hari. Pelaksanaan penelitian yang dilakukan adalah pembuatan media buatan, isolasi daun gulma C.odorata yang terinfeksi penyakit, pembiakan murni koloni jamur, identifikasi spesies jamur, inokulasi biakan jamur pada gulma C.odorata yang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil isolasi ditemukan tiga spesies jamur (Aspergillus niger, Aspergillus flavus dan Trichoderma harzianum). Perbedaan pertumbuhan koloni jamur dapat disebabkan karena usia perkecambahan, kecocokan media buatan, suhu pertumbuhan. Intensitas penyakit dan masa inkubasi untuk spesies jamur berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh tingkat patogenesitas untuk setiap spesies juga berbeda-beda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat 3 macam koloni jamur, yaitu A. niger, A. flavus dan T. harzianum. Berdasarkan masa perkembangannya, spesies jamur yang paling cepat adalah A. niger yaitu 8 hari. Masa inkubasi yang paling cepat adalah T. harzianum dengan kerapatan spora 10 selama 5 hari. Sedangkan berdasarkan intensitas penyakitnya adalah T.harzianum, kerapatan spora 10 5 . 5en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071510401037;
dc.subjectJAMUR, GULMAen_US
dc.titleEFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS JAMUR TERHADAP GULMA Chromolaena odorata L. PADA TANAMAN KAKAOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record