Show simple item record

dc.contributor.authorIqbal Erdiansyah
dc.date.accessioned2014-01-22T06:22:37Z
dc.date.available2014-01-22T06:22:37Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM061510401123
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/21112
dc.description.abstractSalah satu kendala pengembangan kedelai di Indonesia adalah gangguan hama Spodoptera litura F. (Lepidoptera: Noctuidae) yang berdampak terhadap penurunan produksi bahkan gagalnya panen. Alternatif pengendalian secara hayati dengan agens hayati nematoda entomopatogen Steinernema carpocapsae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula serbuk dan cair nematoda entomopatogen S. carpocapsae terhadap hama ulat daun S. litura pada pertanaman kedelai. Penelitian didilakukan di pertanaman kedelai Desa Kertosari Kecamatan Sumbersari dalam bulan Agustus sampai dengan Oktober 2009. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas sembilan perlakuan yaitu : perlakuan S1 (formula serbuk dengan dosis aplikasi 10 kg/ha), S2 (formula serbuk dengan dosis aplikasi 15 kg/ha), S3 (formula serbuk dengan dosis aplikasi 20 kg/ha), S4 (formula serbuk dengan dosis aplikasi 25 kg/ha), C1 (formula cair dengan konsentrasi aplikasi 5x10 IJ/l), C2 (formula cair dengan konsentrasi aplikasi 5x10 v 4 IJ/l), C3 (formula cair dengan konsentrasi aplikasi 5x10 3 IJ/l), C4 (formula cair dengan konsentrasi aplikasi 5x10 2 IJ/l), K (kontrol/insektisida), setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula serbuk dan cair nematoda entomopatogen dapat berpengaruh terhadap intensitas serangan S. litura, penurunan populasi S. Litura, dan produksi tanaman kedelai di lapang menunjukkan tidak berbeda nyata sehingga aplikasi dua jenis formula nematoda entomopatogen tersebut dapat menggantikan insektisida. Perlakuan serbuk memiliki intensitas serangan yang lebih rendah bila di bandingkan dengan perlakuan cair. Intensitas serangan S. litura pada fase vegetatif mencapai 9,9 % dan pada fase generatif 11,6 %. Formula cair lebih efektif dalam mengendalikan hama S. litura yang mencapai 83,3 %, sedangkan formula serbuk penurunan populasi S. litura terendah 51,6 %. Pengaruh perlakuan formula serbuk terhadap produksi tanaman kedelai menujukkan hasil yang paling tinggi yaitu 242,83 gr dari pada perlakuan formula cair yang mencapai 198,13 gr sedangkan pada kontrol 226,00 gr, lebih tinggi dari perlakuan yang lain hal ini disebabkan rendahnya intensitas serangan dari populasi S. litura di petak perlakuan tersebut.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries061510401123;
dc.subjectNematoda Entomopatogen, Hama Ulat Daun, Kedelaien_US
dc.titleP E M A N F A A T A N F O R M U L A N E M A T O D A ENTOMOPATOGEN Steinernema carpocapsae Weiser UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT DAUN Spodoptera litura F. PADA PERTANAMAN KEDELAIen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record