Show simple item record

dc.contributor.authorYuli Kusumaning Diah
dc.date.accessioned2014-01-22T06:07:03Z
dc.date.available2014-01-22T06:07:03Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM062210101060
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/21072
dc.description.abstractDiabetes melitus (DM) merupakan kelompok sindrom heterogen yang semua gejalanya ditandai dengan peningkatan glukosa darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh defisiensi insulin relatif maupun absolut. Hiperglikemia kronik pada diabetes melitus berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Para ahli mengembangkan pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit diabetes melitus dengan memanfaatkan bahan alam, salah satu bahan alam yang secara tradisional mampu menurunkan kadar glukosa darah adalah umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst). Untuk lebih memberikan dasar bagi bukti manfaatnya, perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak air umbi gadung dengan berbagai dosis dan menentukan apakah terdapat perbedaan aktivitas antidiabetes antar kelompok perlakuan. Prosedur pengujian aktivitas antidiabetes ekstrak air umbi gadung dalam penelitian ini adalah menggunakan metode induksi aloksan. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan Galur Balb-c. Aloksan adalah suatu senyawa yang sering digunakan untuk penelitian diabetes melitus menggunakan hewan coba. Hewan coba dikatakan diabetes melitus jika kadar glukosa darahnya lebih dari kadar glukosa normal pada mencit yaitu 62,8-176 mg/dL. Bahan uji dikatakan memiliki aktivitas sebagai antidiabetes jika dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit diabetes melitus. Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan alat GlucoDr blood glucose meter AGM-2200. Berdasarkan analisis menggunakan one way Anova dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD) menunjukkan bahwa kelompok uji ekstrak air umbi gadung dosis 10 mg/kgBB, 20 mg/kgBB dan 40 mg/kgBB memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding dengan kontrol positif yaitu glibenklamid dengan dosis 1,3 mg/kgBB. Persen penurunan kadar glukosa darah dosis 10 mg/kgBB, 20 mg/kgBB dan 40 mg/kgBB masing-masing adalah 56,62%, 48,60%, 46,80%. Ekstrak air umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst) memiliki aktivitas antidiabetes. Senyawa aktif yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah sapogenin. Dosis ekstrak air umbi gadung yang memiliki aktivitas paling baik di antara ketiga dosis adalah 20 mg/kgBB karena mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit diabetes melitus menjadi normal. Diperlukan penelitian yang lebih lanjut menggunakan fraksi ataupun isolat, untuk membuktikan aktivitasnya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries062210101060;
dc.subjectDioscorea hispida Dennsen_US
dc.titleUJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK AIR UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) PADA MENCIT DIABETES MELITUS AKIBAT INDUKSI ALOKSANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record