Show simple item record

dc.contributor.authorIlla Atmijayanti
dc.date.accessioned2014-01-22T05:28:04Z
dc.date.available2014-01-22T05:28:04Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM040210103240
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/20926
dc.description.abstractPenyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting dengan angka kematian yang besar. Keberhasilan pencegahan DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu Aedes aegypti L. Salah satu cara adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilaksanakan dengan menerapkan prinsip 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur. Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember merupakan daerah dngan kasus DBD yang cukup tinggi pada tahun 2007. Banyak usaha yang telah dilakukan, termasuk PSN 3M tetapi jumlah kasus masih terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya pengetahuan, sikap dan praktik/ pelaksanaan 3M masyarakat di Kelurahan Sumbersari serta keberhasilan pelaksanaan 3M dalam upaya pemberantasan larva nyamuk Aedes aegypti L. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode survei yang dilakukan di Kelurahan Sumbersari dan Laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember pada bulan Juli 2008. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sumbersari pada tahun 2007 yang berjumlah 24.346 orang, dengan jumlah sampel 100 responden/ 100 rumah. Unit analisis adalah kepala keluarga/ salah satu anggota keluarga yang telah dewasa (untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap pelaksanaan 3M) dan kontainer yang ditemukan di dalam/ di sekitar rumah untuk melihat gambaran kontainer yang dijadikan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti L. Dan untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan 3M dinilai dengan menghitung Angka Bebas Jentik Nyamuk (ABJ), HI, dan CI. di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Hasil penelitian yang diperoleh melalui kuesioner/ angket, observasi dan interview menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai 3M dan upaya pemberantasan larva Aedes aegypti L. di Kelurahan Sumbersari adalah sangat baik; sikap/ pendapat masyarakat mengenai 3M dan upaya pemberantasan larva Aedes aegypti L. di Kelurahan Sumbersari adalah sangat positif/ sangat mendukung program 3M; praktik/ pelaksanaan 3M dan upaya pemberantasan larva Aedes aegypti L. di Kelurahan Sumbersari adalah baik, dari 100 responden yang diteliti 17 responden (17%) melaksanakan PSN 3M dengan sangat baik, 57 responden (57%) melaksanakan PSN 3M dengan baik dan 26 responden (26%) dengan praktik 3M kurang. Bedasarkan survei yang dilakukan, didapatkan Angka Bebas Jentik nyamuk (ABJ) pada minggu I, II, III bulan juli 2008 berturut-turut sebesar 76%, 81%, 87%. Sehingga didapatkan nilai HI sebesar 24%, 19%, 13% dan nilai CI sebesar 7,89%; 6,25%; 4,55%. Nilai ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kelurahan Sumbersari belum berhasil melaksanakan PSN melalui gerakan 3M karena ABJ masih dibawah standar nasional (ABJ ≥ 95%) dan masih merupakan daerah yang endemis DBD karena nilai HI dan CI melampaui batas aman penularan DBD yang ditetapkan yaitu 5%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries040210103240;
dc.subjectPEMBERANTASAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti L.en_US
dc.titleSURVEI PELAKSANAAN 3M DALAM UPAYA PEMBERANTASAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti L. DI KELURAHAN SUMBERSARI, KECAMATAN SUMBERSARI, KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record