Show simple item record

dc.contributor.authorAdhanti, Rieza
dc.date.accessioned2014-01-21T02:58:57Z
dc.date.available2014-01-21T02:58:57Z
dc.date.issued2014-01-21
dc.identifier.nimNIM071610101028
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/19381
dc.description.abstractBahan basis gigi tiruan yang paling umum digunakan adalah resin akrilik heat cured. Basis gigi tiruan dan mukosa disekat oleh pelikel saliva. Pelikel saliva pada basis gigi tiruan akan menyebabkan kolonisasi dan proliferasi bakteri dan jamur. Streptococcus mutans merupakan bakteri pertama yang melekat pada basis gigi tiruan. S. mutans menghasilkan substrat polisakarida ekstraseluler sebagai jalan bagi bakteri dan jamur lain untuk melekat pada basis gigi tiruan. Bakteri dan jamur tersebut akan berproliferasi menjadi plak. Plak inilah yang menyebabkan terjadinya denture stomatitis. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah denture stomatitis dengan menggunakan bahan pembersih gigi tiruan. Pembersihan gigi tiruan dapat dilakukan dengan beberapa teknik, salah satunya dengan cara perendaman pada larutan pembersih gigi tiruan. Larutan pembersih gigi tiruan yang seringkali digunakan adalah sodium hypochlorite 0,05%. Pada penelitian ini, peneliti ingin mencoba menggunakan bahan alternatif pembersih gigi tiruan dari alam yang juga diketahui mengandung sifat antibakteri yang berasal dari ekstrak daun tembakau. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah lempeng resin akrilik berukuran 10x10x1 mm. Lama perendaman lempeng akrilik dalam ekstrak daun tembakau konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, sodium hypochlorite (NaOCl) 0,05%, dan aquades steril yaitu selama 6 jam untuk menyesuaikan perendaman gigi tiruan di malam hari sesuai lama istirahat pengguna gigi tiruan. Perendaman tersebut akan memberikan pengaruh terhadap jumlah S. mutans, setelah dilakukan penghitungan absorbansi dengan spektrofotometer. Hasil penelitian ini memperlihatkan jumlah S. mutans terbanyak terdapat pada perendaman dengan aquades steril yaitu 21,7.106 cfu/mL, sedangkan jumlah paling sedikit terdapat pada perendaman dengan ekstrak tembakau 50% yaitu 3,1.106 cfu/mL. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun tembakau maka semakin banyak pula kandungan alkaloid nikotin, flavonoid, dan minyak atsiri yang diduga merupakan komponen utama yang memiliki daya antibakteri. Alkaloid nikotin, flavonoid dan minyak atsiri bekerja dengan cara merusak membran atau dinding sel dari bakteri tersebut. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun tembakau efektif menghambat pertumbuhan S. mutans pada plat resin akrilik heat cured yaitu pada konsentrasi 50%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071610101028;
dc.subjectKONSENTRASI EFEKTIF, EKSTRAK DAUN TEMBAKAU, Nicotiana tabacum, PEMBERSIH GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK, Streptococcus mutansen_US
dc.titleKONSENTRASI EFEKTIF EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum) SEBAGAI PEMBERSIH GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK TERHADAP JUMLAH Streptococcus mutansen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record