Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Kinerja Intermediasi Perbankan di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penilaian kinerja intermediasi perbankan dapat diukur menggunakan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR). Semakin besar nilai LDR maka kemampuan bank dalam menyaluran dana pihak ketiga dalam bentuk kredit semakin baik sehingga mencerminkan kinerja bank yang optimal. Kinerja bank dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam penelitian ini digunakan faktor internal Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencerminkan risiko kredit. Risiko kredit yang tidak terkendali berpotensi melemahkan stabilitas keuangan bank dan efektivitas fungsi intermediasi perbankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh risiko kredit terhadap kinerja intermediasi perbankan di Indonesia. Penelitian kuantitatif ini menggunakan analisis regresi data panel dengan variabel dependen LDR dan independen NPL serta CAR dari negara Indonesia selama 2008-2023.
Hasil analisis menunjukkan peningkatan NPL dan CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja intermediasi perbankan di Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa terjadinya peningkatan risiko kredit tetap mendorong bank menyalurkan kredit untuk menjaga pangsa pasar dan profitabilitas. Di samping itu, tingginya CAR mencerminkan kekuatan modal perbankan yang mendukung ekspansi kredit dan stabilitas intermediasi. Kesimpulannya, peningkatan modal perbankan disertai dengan penurunan risiko kredit dapat mendorong peningkatan kinerja inermediasi. Sehingga diperlukan efisiensi manajemen risiko dan penguatan struktur permodalan untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan di Indonesia. Kebijakan mitigasi risiko menjadi langkah utama terhadap potensi moral hazard dan ktidakstabilan sistem keuangan.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Teddy/Hendra
