Hidrolisis Kulit Kopi Oleh Aspergillus sp. VTM5 Serta Pemanfaatan Hidrolisatnya Sebagai Medium Produksi Protein Sel Tunggal Saccharomyces cerevisiae
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai
ekonomi yang tinggi selain teh dan cokelat. Produksi kopi di Indonesia mencapai
600.000 ton per tahun dan lebih dari 80% berasal dari perkebunan rakyat.
Tingginya produksi kopi di Indonesia juga diikuti oleh peningkatan jumlah limbah
kulit kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga mencemari
lingkungan karena menurunkan kualitas air sungai, menimbulkan bau tidak sedap
dan mengganggu estetika. Kulit kopi memiliki kandungan lignoselulosa yang
cukup tinggi terutama selulosa. Lignoselulosa mengandung tiga komponen
penyusun utama, yaitu selulosa (63% berat), hemiselulosa (2.3% berat), dan lignin
(17% berat). Tingginya kadar selulosa pada polisakarida dapat dihidrolisis
menjadi monomer – monomer gula sederhana. Hidrolisis selulosa merupakan
pemecahan senyawa selulosa menjadi monomer – monomer gula sederhana
dengan menggunakan enzim selulase yang dihasilkan oleh kapang selulolitik.
Salah satu kapang selulolitik yaitu Aspergillus sp. yang merupakan jenis kapang
dengan kemampuannya dalam menghasilkan berbagai macam enzim seperti
selulase, amylase, dan aminoglukosidase. Aspergillus sp. memiliki kemampuan
menghasilkan enzim selulase tertinggi dibandingkan dengan kapang jenis lainnya.
Hidrolisis enzimatis dengan menggunakan isolat kapang Aspergillus sp. ini
diharapkan mampu menghasilkan gula reduksi maksimal melalui proses
enzimatis, sehingga gula hasil hidrolisis dapat dimanfaatkan sebagai alternatif
media pertumbuhan. Protein sel tunggal (PST) merupakan protein yang berupa sel kering atau
biomassa renik, seperti kapang, khamir, bakteri atau ganggang yang dapat
digunakan sebagai sumber protein untuk pangan dan pakan. Saccharomyces
cerevisiae merupakan salah satu mikrob PST yang sedang dikembangkan. Khamir
tersebut tergolong kedalam kelas Ascomycetes yang banyak mengandung protein,
karbohidrat, dan lemak sehingga dapat dikonsumsi oleh manusia dan hewan untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi sehari – hari, selain itu Saccharomyces cerevisiae
mengandung vitamin yang merupakan vitamin B kompleks. Saccharomyces
cerevisiae berkembang biak dengan membelah diri melalui “budding cell” dan
mampu berkembang biak didalam substrat yang mengandung gula sederhana
seperti glukosa maupun gula kompleks disakarida seperti sukrosa. Oleh karena
itu, hidrolisat kulit kopi dengan kandungan gula reduksinya diharapkan mampu
digunakan sebagai media tumbuh alternatif Saccharomyces cerevisiae.
Penelitian ini meliputi persiapan penelitian, hidrolisis kulit kopi oleh
kapang Aspergillus sp. VTM5, dan pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae pada
hidrolisat kulit kopi dengan variasi konsentrasi dan waktu inkubasi. Hasil dari
penelitian menunjukkan bahwa hidrolisis kulit kopi menggunakan kapang
Aspergillus sp. VTM5 menghasilkan konsentrasi gula reduksi yaitu 446.6 µg/ml.
Pertumbuhan sel Saccharomyces cerevisiae paling tinggi yaitu pada konsentrasi
tanpa pengenceran yaitu sebesar 2.9x106 µg/mL di jam ke-48 dan diikuti dengan
penurunan gula reduksi. Dengan demikian, Saccharomyces cerevisiae dapat
tumbuh pada media hidrolisat kulit kopi.
Description
:: Finalisasi file repositori 24 September 2026_Kurnadi
