Pengaruh Perlakuan Fermentasi Terhadap Kualitas Nutrisi Pakan Komplit Limbah Pertanian dengan Penambahan Maggot

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas ternak ruminansia. Ketersediaan pakan yang berkualitas sering menjadi kendala, terutama akibat tingginya biaya bahan baku konvensional. Limbah pertanian seperti jerami padi dan jerami jagung memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif karena jumlahnya melimpah, namun kandungan serat kasarnya yang tinggi menyebabkan tingkat kecernaannya rendah. Upaya peningkatan kualitas nutrisi limbah pertanian dapat dilakukan melalui proses fermentasi menggunakan Winprob dan penambahan maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) yang kaya akan protein dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi menggunakan Winprob dan penambahan maggot BSF terhadap kualitas nutrisi pakan komplit berbasis limbah pertanian serta menentukan perlakuan terbaik berdasarkan kandungan nutrisi yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu tanpa fermentasi, tanpa fermentasi dengan penambahan maggot, fermentasi, dan fermentasi dengan penambahan maggot. Setiap perlakuan dianalisis menggunakan analisis proksimat meliputi kadar air, kadar abu, serat kasar, protein kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), dan Total Digestible Nutrients (TDN). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi dan penambahan maggot memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter nutrisi pakan. Perlakuan fermentasi dengan penambahan maggot menghasilkan kadar air terendah sebesar 53,07% dan kadar lemak tertinggi sebesar 10,92%. Perlakuan tanpa fermentasi dengan penambahan maggot menghasilkan kadar protein tertinggi sebesar 17,76%. Sementara itu, perlakuan fermentasi tanpa maggot menghasilkan kadar serat kasar terendah sebesar 7,78%, nilai BETN tertinggi sebesar 91,64%, dan nilai TDN tertinggi sebesar 108,24%. Proses fermentasi terbukti mampu menurunkan kadar serat kasar melalui degradasi komponen lignoselulosa menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga meningkatkan kandungan karbohidrat yang mudah dicerna dan nilai energi pakan. Di sisi lain, penambahan maggot BSF memberikan kontribusi terhadap peningkatan kandungan protein, lemak, dan mineral karena maggot memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Kombinasi fermentasi dan penambahan maggot menghasilkan komposisi nutrisi yang lebih seimbang dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan evaluasi mutu pakan menurut SNI 3148.2:2024, perlakuan fermentasi dengan penambahan maggot menunjukkan kualitas nutrisi yang paling baik karena mampu menghasilkan kandungan protein dan lemak yang tinggi dengan kadar serat kasar yang lebih rendah dibandingkan perlakuan tanpa fermentasi. Fermentasi berperan dalam meningkatkan kecernaan dan ketersediaan energi pakan, sedangkan maggot BSF berfungsi sebagai sumber protein dan lemak alternatif yang potensial.

Description

Finalisasi 12 Agustus 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By