Pengaruh Pendidikan Kesehatan Keluarga dengan Metode Problem Base Instruction (PBI) Terhadap Efikasi Diri Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 pada Usia Produktif di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember
Abstract
Kesadaran diri dalam membiasakan hidup sehat sejak dini menjadi faktor
penentu dalam menjaga perkembangan metabolisme tubuh utamanya menjaga
kadar gula dalam darah. Usia produktif memiliki potensi yang besar bagi kesehatan
suatu bangsa. Indonesia saat ini berada pada era bonus demografi dimana usia
produktif mendominasi. Hal ini menjadi peluang dan tantangan Indonesia dalam
memaksimalkan usia produktif guna meningkatkan kesehatan serta menjadi
penentu masa depan Indonesia. Beberapa tahun terakhir dunia memproyeksikan
DM meningkat menjadi 783 juta di tahun 2045. Indonesia sendiri DM menempati
peringkat 3 dengan prevalensi sebesar 11,3 % di Asia. Di Jawa Timur mendudukuki
peringkat ke-5. Dinas Kesehatan mencatat di Jember pada tahun 2020 terdapat
35,951 penderita DM. Sementara itu 85% penderita DM Tipe 2 berada usia
produktif hal ini dikarenakan usia produktif memiliki gaya hidup yang tidak sehat
sehingga kadar gula dalam darah tidak terkontrol dengan baik.
Berdasarkan permaslahan tersebut membutuhkan inovasi untuk
pembelajaran dalam mengembangkan kesadaran diri pasien untuk melakukan
penatalaksanaan DM guna mencegah peningkatan kadar gula darah yaitu dengan
memberikan pendidikan kesehatan keluarga melalui metode problem base
instruction (PBI) serta menggunakan media berupa leaflet. Tujuan dari penelitian
adalah mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan keluarga dengan
metode problem base instruction (PBI) terhadap efikasi diri pasien diabetes melitus
tipe-2 pada usia produktif di puskesmas Sumbersari kabupaten Jember.
Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiement dengan
menggunakan desain equivalent control group design. Pengambilan sampel
menggunakan teknik simple random sampling. Menggunakan sampel sebanyak 84
responden dengan 42 responden kelompok intervensi dan 42 kelompok kontrol.
Pengukuran pre-test efikasi diri dilakukan di area Sumbersari Kabupaten Jember
di pertemuan pertama dan juga dilakukan pengorientasian masalah yang dihadapi
keluarga. Kemudian dipertemuan kedua keluarga diberikan pemahaman melalui
pendidikan kesehatan terkait konsep dasar DM dan penatalaksanaan DM dan
mempraktikkan cara-cara yang telah diintruksikan serta diberikan lembar hasil
kegiatan yang harus dilakukan keluarga pada aggotanya yang sakit. Di pertemuan
Ketiga dilakukan evaluasi terhadap lembar hasil kegiatan keluarga dan juga efikasi
diri pasien dengan memberi posttest. Pemberian perlakuan hanya diberikan pada
kelompok intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin
perempuan sejumlah 58 (69%), mayoritas pendidikan terakhir SD/sederajat
sejumlah 33 (39,3%), mayoritas pekerjaan yakni tidak bekerja sejumlah 45 (53,6%)
dan mayoritas status menikah yakni menikah sejumlah 48 (57,1%). Pada kelompok
intervensi memiliki efikasi sedang dengan nilai perolehan rata-rata pretest sebesar
63,14 (sedang) setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga dengan metode
PBI meningkat dengan skor rata-rata posttest sebesar 70,38 (tinggi). Sementara
pada kelompok kontrol perolehan rata-rata pretest sebesar 62,76 (sedang). Dan
posttest menurun sebesar 62,21 (sedang). Hasil analisis data uji T-Test Dependent
nilai p value 0,00< 0,05, sehingga memiliki perbedaan efikasi diri sebelum dan
sesudah diberikan intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Sementara
hasil uji T-Test Independent nilai p value 0,00<0,05 sehingga disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan antara kelompok intervensi yang mendapatkan pendidikan
kesehatan keluarga dengan metode PBI dengan kelompok kontrol yang tidak
diberikan perlakuan. Kesimpulan dalam penelitian ini yakni terdapat pengaruh
pendidikan kesehatan keluarga dengan metode problem base Intruction (PBI)
terhadap efikasi diri pasien DM tipe-2 usia produktif di Sumbersari Jember.
Berdasarkan penelitian ini, diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan pada
keluarga pasien DM tipe 2 usia produktif dapat menjadi landasan bagi tenaga
kesehatan untuk diterapkan baik di komunitas maupun klinik sebagai peningkatan
efikasi diri penderita DM tipe-2 usia produktif.
Collections
- UT-Faculty of Nursing [1570]