Show simple item record

dc.contributor.authorPUTRY, Cantiqea Rizky
dc.date.accessioned2025-03-21T02:58:13Z
dc.date.available2025-03-21T02:58:13Z
dc.date.issued2023-07-17
dc.identifier.nim190910101104en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125829
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 21 Maret 2025_Kurnadien_US
dc.description.abstractDalam aktivitas perdagangan manusia lintas batas Thailand dan Myanmar, Thailand menjadi negara tujuan perdagangan manusia dan Myanmar merupakan negara pemasok korban perdagangan manusia. Akibatnya, korban sex trafficking asal Myanmar seringkali ditemukan di Thailand dan jumlah korbannya beberapa kali menunjukkan peningkatan. Kedua negara pada dasarnya sudah terlibat dalam berbagai upaya penanganan perdagangan manusia dengan tujuan meminimalisir aktivitas sex trafficking lintas batas Myanmar dan Thailand. Namun pada kenyataannya, Thailand tetap menjadi negara tujuan utama bagi korban perdagangan manusia yang dipasok dari Myanmar. Bahkan jumlah korban perdagangan manusia dari Myanmar lebih tinggi daripada Laos, Kamboja, dan negara-negara lainnya yang cenderung menurun dari tahun 2018 hingga tahun 2021. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab masih berjalannya sex trafficking lintas batas asal Myanmar di Thailand. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisa data yang dipaparkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, dengan sumber sekunder yang diperoleh dari buku, media internet, jurnal, skripsi, berita online. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data dari laporan dan situs resmi Pemerintah Thailand dan Myanmar yang berkaitan dengan permasalahan sex trafficking di Thailand dan Myanmar. Dalam skripsi ini analisis data dilakukan dengan mengaitkan data analisis penelitian ke dalam teori dan konsep penelitian yang digunakan, yakni feminisme dan sex trafficking yang dikembangkan oleh Kevin Bales. Hasil penelitian dalam skripsi ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor penyebab masih berjalannya sex trafficking lintas batas asal Myanmar di Thailand. Faktor pertama adalah faktor yang berasal dari negara asal atau Myanmar, yakni adanya instabilitas politik, instabilitas ekonomi dan kemiskinan, kurangnya komitmen Pemerintah Myanmar dalam penanganan trafficking, dan beberapa faktor sosio-kultural lain. Faktor kedua adalah faktor yang berasal dari negara tujuan perdagangan manusia atau Thailand, yakni adanya permintaan atas pekerja seks dalam industri pariwisata seksual, dan lemahnya kontrol perbatasan Thailand dan Myanmar yang dimanfaatkan oleh kelompok kriminal transnasional terorganisir. Keberadaan kelompok kriminal perdagangan manusia transnasional yang semakin menguat di Thailand menjadi faktor ketiga penyebab masih berjalannya sex trafficking lintas batas asal Myanmar ke Thailand. Dalam hal ini, kelompok kriminal memanfaatkan faktor supply dan faktor demand kedua negara serta membangun kekuatan yang lebih besar melalui koneksi dengan pejabat atau penegak hukum yang korupsi. Ketiga faktor tersebut meletakkan perempuan sebagai produk patriarki yang berkembang di masyarakat.en_US
dc.description.sponsorshipDPU: Adhiningasih Prabhawati, S.Sos., M.Si. DPA: Honest Dody Molasy, S.Sos., M.A.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politiken_US
dc.subjectPerdagangan Manusiaen_US
dc.subjectSex Traffickingen_US
dc.subjectParadigma Feminismeen_US
dc.titleFaktor-Faktor Penyebab Sex Trafficking Lintas Batas Asal Myanmar di Thailanden_US
dc.title.alternativeCausing Factors Of Thailand's Cross Border Sex Trafficking From Myanmaren_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiHubungan Internasionalen_US
dc.identifier.pembimbing1Adhiningasih Prabhawati, S.Sos., M.Sien_US
dc.identifier.pembimbing2Honest Dody Molasy, S.Sos., M.Aen_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_firli_maret_2025_19en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record