Show simple item record

dc.contributor.authorMASRUROH, Nabilatum
dc.date.accessioned2025-03-19T04:29:01Z
dc.date.available2025-03-19T04:29:01Z
dc.date.issued2024-07-16
dc.identifier.nim190910302092en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125798
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 19 Maret 2025_Kurnadien_US
dc.description.abstractPenelitian ini mencoba mengeksplorasi negosiasi yang terjadi dalam landscape agama dan kultur yang ada di Bali dengan mengambil setting penelitian di Desa Candikuning dan Desa Sinduwati Bali. Negosiasi yang diteliti mengambil fokus pada perempuan Islam Bali dalam mengartikulasikan identitas agama dan budaya yang dimilikinya. Terjadinya dualisme budaya dan agama yang berakibat munculnya permasalahan dalam penelitian terkait dengan stereotip menjadi Islam yang Bali, isu sekularisme, dan asal usul tanah kelahiran. Dalam beberapa isu yang terjadi pemerintah mengeluarkan Ajeg Bali sebagai peraturan di mana dalam pelaksanaannya menghadirkan dualisme interpretasi praktik keagamaan. Isu yang telah lama terjadi di Bali bagi perempuan Islam di mana atribut keagamaan seperti hijab mengalami pembatasan penggunaannya, sementara bagi mereka yang beragama Hindu bisa dengan bebas melakukan praktik keagamaan yang malah ditegaskan sebagai identitas yang ditunjukkan bahkan menyatu dalam kehidupan keseharian Bali. Di satu sisi artikulasi identitas dilegitimasi oleh otoritas lokal yang menjadi penguat identitas Bali namun di sisi lain menjadi tantangan yang dihadapi oleh perempuan Islam Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi Masvasti yang akan dianalisis menggunakan perspektif Fatima Mernissi mengenai identitas perempuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi identitas dipraktikkan melalui penggunaan bahasa dan pakaian oleh perempuan Islam Bali. Sementara terdapat beberapa strategi hibridasi budaya yang dipertontonkan dalam kesenian tari Bali atau kegiatan lainnya yang menggabungkan estetika Islam dan Bali. Kemudian terdapat pula beberapa praktik keagamaan Islam yang diakulturasikan dengan budaya Bali dalam memperkuat identitas Islam Bali-nya.en_US
dc.description.sponsorshipDPU: Dien Vidia Rosa, S.Sos., MA. DPA: Nurul Hidayat, S.Sos., MUP.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherIlmu Sosial dan Ilmu Politiken_US
dc.subjectRuang Kulturalen_US
dc.subjectPerempuan Islamen_US
dc.subjectDesa Sinduwati Balien_US
dc.subjectDesa Candikuning Balien_US
dc.titleNegosiasi Identitas Perempuan Islam Candikuning-Sinduwati dalam Dualisme Interpretasi Agama dan Kultur di Balien_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiSosiologien_US
dc.identifier.pembimbing1Dien Vidia Rosa, S.Sos.,MA.en_US
dc.identifier.pembimbing2Nurul Hidayat, S.Sos., MUPen_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_Maret 2025en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record