Show simple item record

dc.contributor.authorPRASETYA, Dhanny Indra
dc.date.accessioned2025-03-19T03:01:25Z
dc.date.available2025-03-19T03:01:25Z
dc.date.issued2023-07-27
dc.identifier.nim192520102012en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125787
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 19 Maret 2025_Kurnadien_US
dc.description.abstractIndustri konstruksi merupakan salah satu sektor industri dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Menurut ILO, pada tahun 2018 terdapat 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan kerja (13,7%) dan penyakit akibat kerja (86,3%). Industri konstruksi menempati peringkat pertama pekerjaan paling berbahaya di dunia dengan risiko kecelakaan kerja fatal 5 kali dan risiko cedera utama 2.5 kali lebih tinggi daripada sektor manufaktur. Pekerja sektor konstruksi di Indonesia secara garis besar dibagi dua, yaitu pekerja konstruksi formal dan informal, pekerjaan sektor informal ini muncul atas dasar keterbatasan sektor formal dalam penyerapan tenaga kerja, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sebagian besar (62,17%) angkatan kerja di Indonesia bekerja di sektor informal. Berdasarkan studi pendahuluan pada September 2021 di Kabupaten Jember, dari 20 responden di 5 proyek perumahan mengaku pernah mengalami kecelakaan kerja antara lain tertusuk (40%), kejatuhan material (25%), jatuh dari ketinggian (20%), dipukul oleh material (10%) dan dipalu (5%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi perumahan informal di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Perhitungan sampel menggunakan quota sampling karena jumlah populasi selalu berubah-ubah. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 97 responden. Teknik Accidental Sampling digunakan untuk mengambil sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik pekerja, identifikasi bahaya, penilaian risiko (konsekuensi, probabilitas, paparan), pengendalian risiko dan memprioritaskan risiko menggunakan metode delphi dengan beberapa ahli. Berdasarkan perhitungan dari seluruh risiko yang ada, diketahui terdapat 9 risiko hazard yang perlu dikendalikan dengan 3 status priority yang artinya memerlukan penanganan segera dan 6 status subtantial yang membutuhkan perbaikan. 3 Priority paling tinggi adalah risiko jatuh pada tahap pekerjaan atap (CPE 211.22), Risiko tersengat listrik pada tahap pekerjaan instalasi listrik (CPE 197.85), dan penggunaan alat pelindung diri pada tahap pekerjaan atap (CPE 184.75), sedangkan untuk 6 subtantial adalah terjatuh pada pekerjaan plafond (CPE125,26), penggunaan Alat pelindung diri pada pekerjaan instalasi kelistrikan (CPE 95,72), kegiatan angkat dan angkut pada pekerjaan galian tanah (CPE 89,28), percikkan batu saat penggunaan gerinda pada pekerjaan inistalasi kelistrikan (CPE 87,262), terluka akibat penggunaan gerinda pada pemasangan lantai (CPE 83,94) dan Terjepit pada galian tanah (CPE 72,56). Pengendalian dilakukan dengan hirarki pengendalian bahaya dari eliminasi, subtitusi, enginering control, admistratif dan alat pelindung diri yang tujuannya untuk menghilangkan potensi bahaya yang ada. Faktor dominan potensi kecelakaan kerja pada kontruksi informal menggunakan Delphi dan didapatkan hasil 3 dengan priority (Pekerjaan atap dengan faktor risiko terjatuh dan tersengat listrik, pekerjaan instalasi kelistrikan dengan faktor risiko tersengat listrik). Pengendalian dari 3 faktor dominan potensi risiko kecelakaan kerja berdasarkan delphi meliputi merancang scafolding yang layak dan kuat, menggunakan APD serta memastikan tidak ada aliran listrik pada saat pekerjaan dilakukan. Keterbatasan dalam penelitian ini meliputi jumlah respon yang hanya berjumlah 97 responden, tentunya masih kurang untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, fokus penelitian ini hanya kepada kontruksi informal diperumahan, tentunya masih ada sektor kontruksi informal yang lain diluar pembangunan perumahan yang tidak masuk ke dalam cakupan penelitian ini dan kondisi disaat pengambilan data sedang terjadi pandemi Covid-19 sehingga sedikit sulit menemui responden untuk mendokumentasikan kegiatan mereka dan melakukan wawancaraen_US
dc.description.sponsorshipDPU: Dr.Isa Ma''rufi, S.KM. M.Kes. DPA: Dr. Ir.Sugeng Winarso, M.Si.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherProgram Pascasarjanaen_US
dc.subjectKecelakaan Kerjaen_US
dc.subjectManajemen risikoen_US
dc.subjectPekerja kontruksi informalen_US
dc.subjectPotensi risikoen_US
dc.subjectPerumahanen_US
dc.titleFaktor Dominan Potensi Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Kontruksi Informal Perumahan Di Kabupaten Jemberen_US
dc.typeTesisen_US
dc.identifier.prodiMagister Ilmu Kesehatan Masyarakaten_US
dc.identifier.pembimbing1Dr. Isa Ma'rufi, S.KM., M.Kes.en_US
dc.identifier.pembimbing2Dr. Ir Sugeng Winarso, M.Si.en_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_Maret 2025en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record