Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Problem Based Learning (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Dasar-dasar Pemasaran Siswa Kelas X Pemasaran SMKN 1 Jember)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan keterampilan berpikir kritis
Discovery Learning dan model pembelajaran berbasis masalah (studi kasus pada dasar-dasarnya
mata pelajaran pemasaran kelas X pemasaran di SMKN 1 Jember). Penelitian ini digunakan
seluruh penduduk kelas X PM. Proses pemilihan sampel menggunakan purposive
teknik pengambilan sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan a
desain kuasi-eksperimental. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan kemampuan berpikir kritis
data adalah ujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis data menggunakan
Uji Independent Sample T-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Penghitungan
hasil yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05 dengan 5,031 > 2,208 yang berarti
terdapat pengaruh yang signifikan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada
Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antar peserta eksperimen
kelas yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah
menggunakan model pembelajaran penemuan. Bagi pendidik mata pelajaran dasar pemasaran,
Model pembelajaran Problem Based Learning dapat diterapkan dan disesuaikan dengan siswa
dan materi yang dipelajari