Proses Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Binaan Olimpiade Matematika dalam Memecahkan Masalah Geometri ditinjau dari Tipe Kepribadian Sensing dan Intuiting
Abstract
Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu keterampilan yang tidak hanya membutuhkan keterampilan mengingat saja, namun juga membutuhkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Kemampuan berpikir tingkat tinggi erat kaitannya dengan bagaimana siswa memecahkan suatu permasalahan dalam matematika. Salah satu pemecah masalah yang baik adalah siswa olimpiade. Dalam memecahkan suatu permasalahan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pemecahan masalah salah satunya adalah kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses berpikir tingkat tinggi siswa binaan olimpiade matematika dalam memecahkan masalah geometri ditinjau dari tipe kepribadian sensing dan intuiting. Hal yang mendasari penelitian ini dilakukan yaitu siswa yang memiliki pengalaman mengikuti olimpiade matematika dapat digolongkan kedalam siswa dengan kemampuan matematika yang cukup tinggi dan memiliki cara tersendiri dalam memecahkan masalah matematika khususnya masalah geometri. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terhadap hasil tes berpikir tingkat tinggi dalam memecahkan masalah geometri kepada 4 siswa olimpiade matematika SMA Negeri 1 Jember dengan masing-masing 2 siswa dari tipe kepribadian sensing dan intuiting diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan tipe kepribadian sensing maupun siswa dengan tipe kepribadian intuiting masih belum mampu mencapai indikator taksonomi bloom mencipta (C6) hanya memenuhi indikator taksonomi bloom menganalisis (C4) dan mengevaluasi (C5), siswa mampu mengolah informasi yang ada pada soal dan mampu mengubah permasalahan yang ada ke dalam model matematika, kemudian siswa mampu menyelesaikan soal dengan tepat dan dengan menggunakan metode yang ada namun siswa masih belum bisa menciptakan atau menemukan alternatif cara memecahkan masalah dengan cara yang berbeda atau baru. Dalam memecahkan masalah siswa dengan tipe kepribadian sensing dalam memahami masalah cenderung menggunakan kalimat-kalimat sederhana dan fokus pada apa yang telah didapatkan saja. Pada tahap membuat perencanaan pemecahan masalah, siswa dengan tipe kepribadian sensing merasa kesulitan. Siswa dengan kepribadian ini lebih senang menyelesaikan masalah dengan apa yang pernah didapat. Siswa dengan tipe kepribadian sensing mampu menyelesaikan permasalahan yang telah diberikan, sehingga dalam menyelesaikan masalah ini, siswa dengan kepribadian ini memiliki tahapan yang lebih terstruktur berdasarkan apa yang telah dilihat dan hanya mampu menyelesaikan dengan cara yang ia tahu, dan kesulitan menyelesaikan permasalahan dengan cara lain. Meskipun siswa dengan tipe kepribadian sensing menyelesaikan pemecahan masalah yang diberikan, namun siswa dengan tipe kepribadian ini tidak mengecek kembali jawaban yang diperoleh. Siswa dengan tipe kepribadian intuiting lebih memahami soal yang diberikan dan mampu mendefinisikan apa yang dimaksud dari soal yang telah diberikan. Siswa dengan tipe kepribadian ini mampu dengan mudah mengaitkan dengan topik lain, sehingga lebih mampu membuat perencanaan pemecahan masalah. Siswa dengan tipe kepribadian intuiting dalam menyelesaiakan atau memecahkan permasalahan menggunakan cara ia sendiri. Siswa dengan kepribadian ini mengecek kembali hasil yang telah diselesaikan untuk memantapkan solusi yang telah diproleh.