Pandemi dalam Sejarah: Flu Spanyol di Jawa Tahun 1918-1920
Abstract
Pandemi flu spanyol melanda kota-kota di jawa pada tahun 1918. Pemerintah hindia timur belanda, yang meremehkan kedatangan kapal-kapal asing, menyebabkan virus flu spanyol masuk ke jawa. Pengembangan transportasi darat pada waktu itu yang sibuk dan kurangnya fasilitas kesehatan membuat penyebaran virus di antara penduduk jawa lebih intens. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis munculnya, penyebaran, penanganan pemerintah hindia timur belanda, dan dampak pandemi flu spanyol di jawa pada tahun 1918-1920. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahap, yaitu, pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pandemi flu spanyol memasuki jawa melalui interaksi sosial penumpang kapal asing dengan penduduk setempat di kota-kota pelabuhan kelas. Banyak orang terinfeksi karena pemerintah kurang memperhatikan virus ini, fasilitas kesehatan yang tidak seimbang, beberapa pekerja kesehatan. Kondisi lingkungan yang tidak sehat dari menengah ke masyarakat kelas bawah membuat virus mudah menginfeksi mereka. Pemerintah menangani hal ini dengan membentuk komisi Influenza dan melewati Influenza Ordonnantie untuk mengatur kedatangan kapal-kapal asing dan interaksi masyarakat. Virus flu spanyol mengakibatkan peningkatan angka kematian dan bahaya kelaparan. Kondisi ini mempengaruhi penurunan produksi gula dan pengalihan lahan perkebunan gula menjadi lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.