Pengaruh Penggunaan Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum Terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Fermentasi Limbah Kulit Kopi (Coffea Sp.)
Abstract
Pakan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan usaha peternakan. Penggunaan limbah kulit kopi sebagai pakan dapat menekan biaya hingga 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum terhadap aroma, warna, tekstur, jamur, suhu, pH, dan susut bobot pada fermentasi kulit kopi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah P0 (Kulit kopi tanpa starter), P1 (Kulit kopi + Saccharomyces cerevisiae), P2 (Kulit kopi + Lactobacillus plantarum), P3 (Kulit kopi + Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum). Fermentasi dilakukan selama 21 hari menggunakan starter sesusai perlakuan. Pengujian hasil dilakukan di Labolatorium Program Studi Peternakan Universitas Jember Kampus Bondowoso. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan starter Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum (P3) merupakan perlakuan terbaik. Penambahan starter Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum memilki hasil dengan nilai warna (4,16) coklat kekuningan, tekstur (3,74) lembut dan mudah dipisahkan, aroma (3,90) asam, keberadaan jamur (4,26) tidak berjamur, pH (4,47), dan susut bobot (1,92%). Suhu yang dihasilkan selama masa fermentasi tidak berbeda jauh berkisar diantara 29oC-30,5oC.
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4334]