Gaya Kepemimpinan Ketua Kth Santoso Lestari Dalam Pembinaan Kelompok Di Desa Klungkung, Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

FAKULTAS PERTANIAN

Abstract

Kelompok Tani Hutan (KTH) berperan penting dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota melalui penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha. Keberhasilan pengelolaan kelompok dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan ketua dalam mengarahkan, membina, memfasilitasi, dan melibatkan anggota pada berbagai kegiatan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan Ketua KTH Santoso Lestari dalam pembinaan kelompok pada aspek kelola kelembagaan dan kelola usaha. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penentuan lokasi secara purposive. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas ketua kelompok, pengurus, anggota, dan penyuluh kehutanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Ketua KTH Santoso Lestari cenderung menerapkan gaya kepemimpinan demokratis. Pada aspek kelola kelembagaan, gaya kepemimpinan demokratis ditunjukkan melalui pembagian tugas organisasi, pengelolaan administrasi dan aturan kelompok, pengembangan kapasitas anggota, serta pengambilan keputusan yang dilakukan secara musyawarah dengan melibatkan pengurus dan anggota. Pada aspek kelola usaha, gaya kepemimpinan demokratis terlihat pada usaha mandiri maupun usaha kelompok. Pada usaha mandiri, ketua memberikan keleluasaan kepada anggota untuk mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing, namun tetap memberikan arahan, pendampingan, motivasi, serta memfasilitasi akses terhadap pelatihan, teknologi, informasi, legalitas, dan kemitraan. Sementara itu, pada usaha kelompok, ketua mengoordinasikan perencanaan, pengembangan, dan keberlanjutan usaha melalui musyawarah, pembinaan, evaluasi, pengelolaan hasil usaha secara kolektif, serta kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendukung keberlanjutan kelompok. Meskipun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas kepengurusan, pemerataan pembinaan, dan partisipasi sebagian anggota masih perlu dioptimalkan untuk mendukung pengembangan kelembagaan dan usaha kelompok secara berkelanjutan.

Description

Finalisasi Juli 2026 hasyim

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By