Show simple item record

dc.contributor.authorKiki Yunanto
dc.date.accessioned2013-12-24T06:57:18Z
dc.date.available2013-12-24T06:57:18Z
dc.date.issued2013-12-24
dc.identifier.nimNIM031610101042
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12480
dc.description.abstractObat tradisional telah lama dikenal masyarakat, salah satu tanaman obat yang bermanfaat adalah tanaman mahkota dewa (Phaleria papuana Warb. Var. Wichannii). Daun mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol yang merupakan senyawa aktif yang berkhasiat sebagai anti bakteri. Penggunaan daun ini dapat dibuat dalam bentuk seduhan, rebusan, infusa atau larutan minyak Salah satu faktor utama terjadinya karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans, oleh karena itu agar karies tidak mudah terbentuk maka peningkatan aktifitas S.mutans harus dihambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian berbagai konsentrasi infusum daun mahkota dewa (Phaleria papuana Warb. Var. Wichannii) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Sampel penelitian adalah kertas cakram berbentuk lingkaran dengan diameter 5 mm yang ditetesi dengan infusum daun mahkota dewa 12,5%, 25%, dan 50%, sebanyak 50 buah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris, dilakukan pada bulan April 2007 di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Gigi dan laboratorium Biologi Program Studi Farmasi Universitas Jember. Pengamatan dan pengukuran zona hambat dilakukan setelah 24 jam, kemudian data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Least Significant Difference Test (LSD) Hasil yang diperoleh setelah data dianalisa menggunakan one way anova adalah adanya perbedaan bermakna antar kelompok dengan nilai p < 0,05, kemudian untuk mengetahui perbedaan tiap-tiap kelompok dilanjutkan dengan uji LSD dan menunjukkan hasil berbeda bermakna dengan nilai p < 0,05. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua kelompok infusum daun mahkota dewa dan penisilin G mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Diketahui pula bahwa semakin tinggi konsentrasi infusum daun mahkota dewa maka semakin besar pula zona inhibisinya. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian dan pembahasan bahwa infusum daun mahkota dewa memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Daya hambat terbesar dari ketiga perlakuan (konsentrasi infusum daun mahkota dewa 50%, 25%, dan 12,5%) adalah infusum daun mahkota dewa 50%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries031610101042;
dc.subjectDaun Mahkota Dewaen_US
dc.titleUJI ZONA HAMBAT INFUSUM DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria papuana Warb. var. Wichannii) PADA PERTUMBUHAN Streptococcus mutansen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record