Hubungan antara Jarak Tempat Tinggal Pasien ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Keberhasilan Pengobatan TB RO di RSD Dr. Soebandi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis resistan obat (TB RO) terjadi ketika bakteri Mycobacterium
tuberculosis mengembangkan resistensi terhadap setidaknya satu OAT lini
pertama. Monitoring pengobatan yang ketat diperlukan untuk meningkatkan angka
keberhasilan pengobatan. Keberhasilan pengobatan TB RO merupakan proses yang
kompleks dan melibatkan berbagai faktor yaitu faktor klinis dan non klinis. Faktor
non klinis yang kemungkinan berpengaruh seperti motivasi untuk sembuh,
dukungan keluarga, serta jarak tempat tinggal pasien ke fasilitas pelayanan
kesehatan. Jarak merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam
upaya pengendalian TB RO. Berdasarkan konteks geospasial, jarak tempat tinggal
pasien ke fasilitas kesehatan yang jauh memiliki kemungkinan mempengaruhi
kontinuitas pengobatan karena waktu tempuh yang lebih lama, meningkatnya biaya
transportasi, serta kemungkinan kehilangan waktu untuk bekerja. Faktor tersebut
memungkinkan pasien tidak mengikuti jadwal pemeriksaan secara teratur atau
bahkan menghentikan pengobatan, sehingga memperlambat proses penyembuhan
dan meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat. Beberapa penelitian lain
mengenai hubungan antara jarak tempat tinggal pasien dan keberhasilan
pengobatan TB RO menunjukkan hasil yang tidak konsiten. Oleh karena itu,
peneliti menilai perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji hubungan antara jarak
tempat tinggal pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan keberhasilan
pengobatan TB RO terutama di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara jarak tempat tinggal pasien ke fasilitas pelayanan
kesehatan dengan keberhasilan pengobatan TB RO di RSD dr. Soebandi Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Poli Paru RSD dr. Soebandi,
Kabupaten Jember pada 1 April 2025 hingga 30 Juni 2025, populasi yang
digunakan ialah seluruh pasien dengan diagnosis TB RO yang menjalani
pengobatan di Poli RSD dr. Soebandi, Jember pada Januari 2019 – Desember 2024.
Sampel sejumlah 276, dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari seluruh
data rekam medis dari pasien terdiagnosis TB RO yang memenuhi kriteria inklusi.
Analisi univariat menunjukkan didominasi subyek berjenis kelamin lakilaki
dan berusia lebih dari 40 tahun. Berdasarkan data, sejumlah 188 pasien
mendapat hasil akhir berhasil dalam pengobatan TB RO, sedangkan 88 lainnya
tidak berhasil. Mayoritas penelitian ini ialah subyek dengan jarak tempat tinggal
jauh, sejumlah 161 pasien pada kategori jarak tempat tinggal jauh mendapatkan
hasil akhir berhasil dalam pengobatan TB RO, sedangkan 78 pasien lainnya
mendapat hasil akhir tidak berhasil. Pada pasien yang termasuk dalam kategori
jarak tempat tinggal dekat, 27 diantaranya berhasil dalam pengobatan dan 10 pasien
tidak berhasil. Berdasarkan hasil uji statistik chi square , jarak tempat tinggal pasien
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pengobatan TB RO
dengan p value 0,496 (p> 0,05), Odds Ratio (OR) 1,308, dan Confidence Interval
(CI) 95% sebesar 0,603 – 2,837. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan
pengobatan tidak hanya ditentukan oleh faktor jarak, namun juga dipengaruhi
beberapa faktor meliputi kepatuhan pengobatan, motivasi untuk sembuh, penyakit
komorbid yang menyertai, dukungan sosial, ketersediaan obat, petugas kesehatan,
dan lainnya.
Description
Reupload file repositori 3 februari 2026_Kurnadi
