Peran Exaggeration pada Pembentukan Emosi Tokoh Amo dalam Anime Gachiakuta (2025)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas penerapan prinsip exaggeration dalam membentuk emosi tokoh Amo pada anime Gachiakuta. Anime merupakan karya audiovisual berbasis animasi yang memiliki kebebasan visual untuk menampilkan ekspresi, gerakan, dan bentuk melampaui realitas. Berbeda dengan film live action yang bergantung pada ekspresi aktor dan kondisi nyata, kreator anime dapat membangun dunia, tokoh, adegan, dan emosi secara lebih bebas melalui berbagai prinsip animasi. Salah satu prinsip dasar animasi yang mendukung hal tersebut adalah exaggeration, yaitu teknik melebih-lebihkan gerak maupun ekspresi untuk memperjelas maksud adegan sekaligus memperkuat dampak emosional kepada penonton. Penerapan exaggeration banyak dijumpai dalam berbagai anime, namun umumnya dipahami sebagai bagian dari gaya visual animasi. Padahal, exaggeration juga berpotensi memiliki fungsi naratif dalam membentuk dan mempertegas emosi tokoh. Penelitian ini memilih anime Gachiakuta sebagai objek kajian karena menampilkan penggunaan exaggeration yang menonjol, terutama pada tokoh Amo dalam episode 11, 12, dan 13. Pada rangkaian episode tersebut, Amo mengalami berbagai perubahan emosi yang divisualisasikan melalui perubahan bentuk ekspresi, gerakan, dan elemen visual secara ekstrem. Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara penerapan exaggeration dan pembentukan emosi tokoh sehingga menarik untuk dianalisis lebih mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip exaggeration dalam membentuk emosi tokoh Amo pada anime Gachiakuta. Analisis dilakukan menggunakan teori exaggeration animasi oleh Frank Thomas dan Ollie Johnston, serta teori emosi oleh Paul Ekman sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan kondisi emosional tokoh berdasarkan ekspresi visual yang ditampilkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena berfokus pada pemahaman makna visual yang muncul dalam adegan. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap anime Gachiakuta episode 11, 12, dan 13 yang menjadi fokus penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi berupa foto adegan, dan studi pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk mengungkap hubungan antara bentuk exaggeration dan pembentukan emosi tokoh Amo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada episode 11, 12, dan 13 ditemukan 31 momen yang menampilkan penerapan exaggeration pada tokoh Amo. Dari keseluruhan temuan tersebut dipilih enam adegan yang menunjukkan perubahan emosi paling signifikan untuk dianalisis secara mendalam karena menampilkan bentuk exaggeration yang paling jauh dari tampilan normal tokoh. Analisis menunjukkan bahwa pembentukan emosi Amo dilakukan melalui perpaduan expression exaggeration, motion exaggeration, dan emotion exaggeration yang didukung oleh character exaggeration. Berbagai tipe exaggeration tersebut diterapkan melalui metode deformasi, stretch and squash, timing, serta bahasa dan gerak tubuh yang digunakan sesuai dengan kebutuhan setiap adegan. Penerapan exaggeration membuat emosi marah, senang, sedih, dan emosi campuran tampil lebih dramatis, jelas, dan mudah dikenali oleh penonton dibandingkan jika ditampilkan secara realistis. Penelitian ini menemukan bahwa semakin tinggi intensitas emosi yang dialami Amo, semakin ekstrem bentuk exaggeration yang diterapkan pada ekspresi wajah, gerakan tubuh, maupun unsur visual pendukung. Selain memperjelas emosi, exaggeration berperan dalam menjelaskan proses pembentukan emosi Amo yang dipengaruhi oleh pengalaman kekerasan, manipulasi, relasi kuasa, serta cara pandangnya terhadap hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, exaggeration dalam anime Gachiakuta berfungsi sebagai strategi visual untuk memperjelas ekspresi emosi dan menjadi sarana penyampaian narasi yang membantu penonton memahami latar belakang, pengalaman hidup, serta perkembangan emosional tokoh Amo secara lebih utuh.
Description
Finalisasi oleh Agus 27 Juli 2026
