dc.description.abstract | Stunting merupakan kondisi dimana balita gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.
Kekurangan gizi ini menyebabkan perbedaan fisik, tingkat kecerdasan, serta kemampuan seorang balita dalam
bereperilaku, salah satunya perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, situasi pandemi
menjadi faktor pendukung adanya perubahan perilaku balita stunting terhadap menjaga kesehatan gigi dan
mulutnya. Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut oleh balita stunting
di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember pada masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian deskriptif pada
balita usia 4-5 tahun di desa Gambiran dan desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat, Jember pada bulan
September 2021. Variabel yang diukur adalah perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan alat ukur
kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif dan disajikan dalam bentuk rata-rata dan table
distribusi frekuensi. Hasil: Jumlah balita stunting laki-laki dan perempuan hampir sama, yaitu 32 balita laki-laki
(51,61%) dan 30 balita perempuan (48,38%). Pengetahuan memiliki nilai rata-rata 64,92, sikap memiliki nilai
rata-rata 65,73, dan tindakan memiliki nilai rata-rata 58,79. Nilai pengetahuan dan sikap, sebagian besar
termasuk dalam kategori cukup, sedangkan pada tindakan nilai kategori cukup dan buruk mempunyai jumlah
sama. Kesimpulan: Perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut balita stunting yang meliputi pengetahuan,
sikap dan tindakan termasuk dalam kategori cukup, dengan nilai tindakan lebih rendah dibandingkan nilai
pengetahuan dan sikap | en_US |