Peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam Memberdayakan Masyarakat di Hutan Pinus Songgon Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini menganalisis peran LMDH Rimba Ayu dalam memberdayakan
masyarakat di kawasan Hutan Pinus Songgon, Desa Sumberbulu, Banyuwangi.
Fokus penelitian adalah untuk mendeskripsikan makna dan pelaksanaan peran
LMDH, menginterpretasikan wujud nilai-nilai publicness (kepublikan) dalam
praktik kelembagaan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat
efektivitas LMDH sebagai bridging institution (lembaga jembatan) antara negara
Perhutani, komunitas lokal. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Penelitian dilaksanakan
pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Desa Sumberbulu,Kecamatan Songgon,
Kabupaten Banyuwangi. Subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling,
meliputi pengurus LMDH Rimba Ayu (Ketua dan Sekretaris), masyarakat sekitar
hutan, serta perwakilan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Data dikumpulkan
melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, dilengkapi dengan
triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
LMDH Rimba Ayu berperan strategis sebagai fasilitator, motivator, dan
koordinator dalam pemberdayaan masyarakat. Peran ini telah mentransformasi
ekonomi lokal dengan meningkatkan pendapatan rata-rata masyarakat hingga 40%
melalui ekowisata, sekaligus menekan angka penebangan liar. Nilainilai publicness terwujud dalam praktik partisipasi masyarakat dalam musyawarah,
transparansi laporan keuangan, dan orientasi pada kepentingan publik melalui
alokasi dana sosial desa. LMDH juga berfungsi efektif sebagai bridging
institution yang menjembatani dan memediasi kepentingan masyarakat, Perhutani,
pemerintah desa. Faktor pendukung utama adalah legitimasi kebijakan dari
Perhutani, kepemimpinan lokal yang kuat, dan solidaritas sosial. Sementara faktor
penghambat meliputi ketergantungan pada kebijakan top-down, kapasitas SDM
yang belum merata, dan keterbatasan infrastruktur
Description
:: Finalisasi repositori 14 Juli 2026_Kurnadi
