Mitos dalam Tradisi Nyaleni Masyarakat Desa Ajung Kecamatan Ajung Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Nyaleni dilakukan oleh masyarakat Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember untuk mengganti pakaian atau kain kafan roh leluhur atau orang yang sudah meninggal yang dilakukan secara simbolis. Tidak ada waktu baku terkait pelaksanaan tradisi ini, tetapi masyarakat setempat biasanya melaksanakan tradisi nyaleni pada peringatan seribu hari kematian seseorang. Tradisi nyaleni dilakukan karena masyarakat setempat meyakini bahwa setelah kematian, roh leluhur atau orang yang sudah meninggal tetap membutuhkan sandangan untuk dikenakan di alam roh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud mitos, fungsi mitos, nilai budaya yang terkandung dalam tradisi, persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan tradisi nyaleni serta pemanfaatan mitos dalam tradisi nyaleni di Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember sebagai alternatif materi pembelajaran menulis teks eksposisi kelas X SMA. Tradisi nyaleni merupakan tradisi yang dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan terhadap roh leluhur atau orang yang telah meninggal dunia melalui kegiatan sedekah kematian. Istilah nyaleni berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengganti. Dalam konteks tradisi, hal ini merujuk pada simbolisasi penggantian kain kafan atau pakaian melalui pemberian sandangan dengan mengatasnamakan roh leluhur yang dituju. Sandangan disiapkan berdasarkan jenis kelamin roh leluhur yang dituju, yang umumnya meliputi pakaian, seperangkat alat salat, kain jarik atau samper, dan sandal, juga perabotan pelengkap lainnya seperti payung, lampu, tikar dan lain-lain.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 10 Juli 2026_Kholif Basri
