Show simple item record

dc.contributor.authorANJUNGSARI W.S, Wynne Bellynda Putidya
dc.date.accessioned2022-08-05T01:52:14Z
dc.date.available2022-08-05T01:52:14Z
dc.date.issued2022-05-24
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/108688
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 5 Agustus 2022_Kurnadien_US
dc.description.abstractPestisida digunakan oleh petani untuk membunuh hama. Meskipun tidak ada indikasi adanya hama, pestisida masih sering digunakan. Penggunaaan pestisida tersebut dinamakan dengan cover blanket system. Efek negatif pestisida banyak dirasakan didalam negeri dan luar negeri. Dampak negatif penggunaan pestisida banyak dirasakan negara penghasilan rendah sampai menengah seperti Latin Amerika, Afrika, dan Asia. Diazinon masih digunakan di Indonesia. Pestisida golongan organofosfat seperti diazinon dapat menyebabkan pengambatan hidroksil karboksil. Penggunaan diazinon dapat menyebabkan khususnya enzim asetilkolinesterase sehingga terjadi penumpukan asetilkolin di sinaps. Asetilkolin yang menumpuk menyebabkan ketidakseimbangan ion dalam sel yang memicu Reactive Oxygen System (ROS). Ketika kadar oksidan melebihi ketersediaan antioksidan, kondisi tersebut akan memicu terjadinya stress oksidatif. Antioksidan dapat bersumber dari dalam tubuh dan luar tubuh. Tanaman mimba menghasilkan Gum mimba yang memiliki warna cerah dan kuning, serta rasanya tidak pahit. Gum mimba mengandung polisakarida dengan gugus OH yang bebas sehingga bisa mendonasikan proton saat terionisasi. Gum mimba memiliki potensi antioksidan yang dibuktikan dengan uji DPPH. Pemeriksaan oksidan dapat dilakukan dengan uji MDA. Penelitian ini menggunakan tikus wistar sebagai hewan coba karena gen, sel, jaringan, atau organ tikus, khususnya organ hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek Gum mimba (Azadirachta indica) dalam mencegah peningkatan kadar MDA hati tikus wistar yang diinduksi diazinon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Peneliti menggunakan 30 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi enam kelompok yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan dosis bertingkat larutan gum mimba dengan metode drinking water. Kelompok perlakuan terdiri dari P1(3,75 gr/kgBb/hari),), P2 (7,5gr/kgBB/hari), P3 (15gr/kgBb/hari), dan P4 (30gr/kgBb/hari). Kelompok kontrol terdiri dari K- yang hanya diberikan corn oil dan K2 diinduksi diazinon dengan dosis 40 mg/kgBB/hari. Induksi diazinon dalam penelitian ini dilakukan bersamaan dengan pemberian gum mimba. Hasil dari penelitian ini diolah menggunakan program statistik. Data kadar MDA hati (satuan nmol/ml) tiap kelompok yaitu, K+ (2,18 ± 0,34), K-(4,47 ± 2,18), P1 (1,05± 0,55), P2 (2,23±2,04), P3 (3,04 ± 1,66) dan P4 (1,85 ± 1,27). Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas didapatkan hasil P>0,05, sehingga dapat dilakukan uji parametrik One Way Anova dengan minimal dua kelompok. Analisis One Way Anova menyatakan bahwa terdapat perbedaan setidaknya antar 2 kelompok (p<0,05), sehingga dapat dilanjutkan dengan uji multi komparasi LSD. Hasil uji LSD menunjukan bahwa K(+) hanya berbeda signifikan dengan K-. Sedangkan kelompok K(-) menunjukan hasil yang signifikan dengan kelompok kontrol negatif K+, P1, P2 dan P4. Gum mimba (Azadirachta indica) terbukti mampu mencegah peningkatan kadar MDA hati tikus wistar yang diinduksi diazinon pada dosis 3,75 gr/kgBB/hari, 7,5 gr/kgBB/hari dan 30 gr/kgBB/hari. Dosis paling efektif adalah 3,75 gr/kgBB/hari.en_US
dc.description.sponsorshipdr. Jauhar Firdaus, M.Biotek. dr. Zahrah Febiyanti, M.Biomed.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Kedokteranen_US
dc.subjectGUM MIMBAen_US
dc.subjectKADAR MALONDIALDEHID HATIen_US
dc.subjectPESTISIDAen_US
dc.subjectDIAZINONen_US
dc.titleEfek Gum Mimba (Azadirachta indica) terhadap Kadar Malondialdehid Hati Tikus Wistar yang Diinduksi Diazinonen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record