Pra-Rancangan Pabrik Polyurethane Foam dari Minyak Biji Nyamplung Menggunakan Metode Epoksidasi dan Polimerisasi dengan Kapasitas 20.000 Ton/Tahun
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pra-rancangan pabrik polyurethane foam berbahan baku minyak biji nyamplung
(Calophyllum inophyllum L.) dengan kapasitas 20.000 ton/tahun bertujuan untuk
mengembangkan alternatif bahan baku poliol berbasis sumber daya terbarukan yang
lebih ramah lingkungan dibandingkan poliol berbasis minyak bumi. Minyak biji
nyamplung dipilih karena bersifat non-edible, memiliki kandungan minyak tinggi, serta
berpotensi menghasilkan poliol dengan sifat yang sesuai untuk sintesis polyurethane.
Proses produksi polyurethane foam dalam perancangan ini meliputi beberapa
tahapan utama, yaitu pre-treatment bahan baku, hidrolisis trigliserida menjadi asam
lemak bebas, proses epoksidasi dan pembukaan cincin untuk menghasilkan poliol,
pemurnian poliol, serta reaksi polimerisasi untuk membentuk polyurethane foam.
Metode epoksidasi + ring opening dipilih sebagai proses pembuatan poliol berdasarkan
evaluasi terhadap beberapa alternatif metode dengan mempertimbangkan aspek yield,
biaya, dampak lingkungan, dan kemudahan skala industri, dimana metode ini memiliki
yield tinggi (>90%) serta teknologi yang telah berkembang secara komersial.
Pabrik direncanakan berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan
pertimbangan ketersediaan bahan baku, akses transportasi, utilitas, serta kedekatan
dengan pasar. Berdasarkan analisis pasar, kebutuhan polyurethane foam di Indonesia
dan kawasan Asia-Pasifik menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, sehingga
kapasitas produksi yang direncanakan dinilai memiliki prospek yang baik secara teknis
dan ekonomis. Hasil pra-rancangan menunjukkan bahwa proses yang dipilih mampu
menghasilkan polyurethane foam dengan karakteristik sesuai standar industri serta
mendukung pengembangan industri kimia berbasis biomassa. Dengan demikian,
pendirian pabrik ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku
impor, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, serta mendukung konsep industri
berkelanjutan.
Description
Approved by Teddy
