dc.description.abstract | Manggis (G.mangost ana L.) merupakan salah satu jenis buah yang digunakan
sebagai ekstrak dan dapat dimanfaatkan sebagai fungisida alami. Bioakt if utama dari
manggis (G. mangostana L) adalah turunan xant on dengan kandungan utama
mangost in (Jung et al., 2006). Dalam Harbone (1987), mangost in digolongkan
kedalam golongan flavonoid disebabkan oleh st ruktur yang mirip. Ekstrak methanol
kulit buah manggis (Garcinia mangost ana Linn) dengan dosis 0,2 gram
dapatmenghambat pertumbuhan jamur Microsporum gypseum dengan diameter
daerah hambatan sebesar 0,869 cm.
Jamur Fusarium dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, yang disebut
sebagai penyakit layu fusarium. Penyakit layu fusarium adalah penyakit sistemik
yang menyerang tanaman mulai dari perakaran sampai tit ik tumbuh.Tanaman jadi
layu dan tumbuh merana. Spesies dari jamur ini dapat memproduksi mycotoxin
dalam biji-bijian yang juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan jika
memasuki rantai makanan. Toksin utama yang diproduksi oleh jamur ini adalah
fumonisin dan trichot hecenes (Leslie and Summerell, 2006).
Tujuan dari penelitian ini adalah unt uk mengetahui adanya pengaruh ekst rak
kulit manggis (Garcinia mangost ana L.) terhadap pertumbuhan jamur Fusarium
oxyspor um, menentukan besar Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekst rak kulit
buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap pert umbuhan jamur Fusarium
oxyspor um, menghitung jumlah pert umbuhan spora Fusarium oxysporum sebelum
dan sesudah diberi perlakuan dengan pemberian ekst rak kulit buah manggis
(Garcini a mangost ana L.) dan menyusun lembar kerja siswa (LKS) hasil penelitian
sebagai bahan ajar pokok bahasan jamur di SMA
Penelitian dilaksanaka ndi Laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA
Universitas Jember mulai tanggal 1 Februari sampai dengan2 maret 2012, merupakan
penelit ian in vitro dengan menggunakan metode sumuran dengan kont rol posit if
tetrasiklin 10% dan kont rol negatif yait uakuades steril yang ditambahkan dengan
larutan t ween. Serial konsent rasi yang digunakan adalah 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%,
7%, 8%, 9% dan 10%. Rancangan penelit ian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Analisis data dengan One-Way ANOVA
menggunakan SPSS, dan untuk menguji perbedaan diant ara semua pasangan
perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan α=0,05. Tujuan dari penelitian
adalah untuk menganalis daya hambat ekst rak kulit buah manggis, menent ukan besar
Konsent rasi Hambat Minimum (KHM) ekst rak kulit buah manggi sterhadap
pertumbuhan jamur f usarium oxyspor um, dan untuk menghitung penurunan jumlah
spora setelah dihambat oleh ekstrak kulit buah manggis.
Berdasarkan hasil penelit ian diperoleh bahwa Konsentrasi Hambatan
Minimum (KHM) ekst rak kulit buah manggis berada pada konsentrasi 3%. Pada
pengamatan jumlah spora diperoleh hasil bahwa terdapat penurunan jumlah spora
setelah dihambat oleh ekstrak kulit buah manggis. Berdasarkan hasil uji ANOVA
(Tabel 4.2) pengaruh ekstrak kulit buah manggis terhadap pertumbuhan Fusarium
oxyspor umdiperoleh nilai F hitung sebesar 114.931 dan nilai signifikasi sebesar
0,000, karena P<0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan yaitu
ekst rak kulit buah manggis (Garcania mangostana L.) terhadap pertumbuhan jamur
Fusarium oxysporum. Pada Uji Duncan, dapat disimpulkan bahwa pada
perlakuankonsent rasi 1% - !0% dan K- memiliki daya hambat yang berbeda t idak
signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,787. Pada cont rol posit if (K+) memiliki
daya hambat yang berbeda signifikan terhadap semua konsentrasi.
Hasil dari penelit ian ini dapat disusun sebagai bahan ajar jamur di SMA
dalam bent uk Lembar Kerja Siswa (LKS). | en_US |